China kembali memperkuat ambisinya dalam membangun konstelasi satelit internet global dengan meluncurkan sekelompok satelit terbarunya pada hari Rabu, 27 Desember 2023. Misi peluncuran ini menggunakan roket Long March-8A, yang membawa satelit-satelit tersebut ke orbit Bumi rendah dari Pusat Antariksa Wenchang di Hainan.
Peluncuran ini menandai langkah signifikan bagi China dalam upayanya untuk bersaing di pasar layanan internet berbasis satelit yang semakin ramai. Pembangunan jaringan satelit yang masif ini diharapkan dapat menyediakan konektivitas internet yang lebih luas dan andal, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur darat.
Roket Long March-8A, yang merupakan bagian dari keluarga roket peluncur Long March, dirancang untuk misi peluncuran satelit yang efisien dan berkapasitas besar. Keberhasilan peluncuran ini menunjukkan kemajuan teknologi luar angkasa China yang terus berkembang pesat. Dilansir dari Reuters, pihak berwenang China menyatakan bahwa satelit-satelit baru ini merupakan bagian dari proyek yang lebih besar untuk membangun jaringan satelit internet yang terdiri dari ratusan, bahkan ribuan, satelit.
Keberadaan jaringan satelit internet ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan domestik China, tetapi juga memiliki potensi untuk menawarkan layanan kepada pengguna di seluruh dunia. Hal ini sejalan dengan strategi China untuk memperluas pengaruhnya di berbagai sektor teknologi global, termasuk di bidang luar angkasa dan telekomunikasi.
Proyek pembangunan konstelasi satelit internet China ini disebut-sebut sebagai respons terhadap inisiatif serupa yang telah digagas oleh negara lain, seperti Starlink milik SpaceX. Dengan terus menambah jumlah satelit di orbit, China berupaya memastikan posisinya sebagai pemain utama dalam penyediaan layanan internet satelit di masa depan. Rencana jangka panjangnya melibatkan pengembangan lebih lanjut dari teknologi peluncuran dan satelit untuk mendukung skala proyek yang sangat ambisius ini.
