Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
Berita

Angka Kemiskinan RI Sentuh Titik Terendah dalam Hampir Tiga Dekade, Capaian Signifikan di Tengah Tantangan Ekonomi

Oleh Ishak August 5, 2026 40 minutes lalu 0 komentar

Indonesia mencatat sejarah baru dalam upaya pengentasan kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa persentase penduduk miskin di Indonesia per Maret 2023 berada di angka terendah dalam hampir 30 tahun terakhir, yakni sebesar 9,36 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi kabar gembira di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Penurunan angka kemiskinan ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dan keberhasilan pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Per Maret 2023, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 25,07 juta jiwa, turun 0,23 juta jiwa dibandingkan September 2022 yang berjumlah 25,30 juta jiwa. Tingkat kemiskinan ini bahkan lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi.

Berdasarkan data BPS, tren penurunan kemiskinan ini sudah terlihat sejak beberapa periode terakhir. Pada September 2022, angka kemiskinan tercatat sebesar 9,71 persen, yang juga merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, angka Maret 2023 ini melampaui ekspektasi dan menjadi rekor baru dalam kurun waktu yang panjang.

Kepala BPS, M. Habibie, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa penurunan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang positif dan berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah. Sektor-sektor ekonomi yang mulai pulih, seperti pariwisata dan industri manufaktur, turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Secara spasial, kemiskinan di perkotaan juga mengalami penurunan yang cukup baik, meskipun angka kemiskinan di pedesaan masih sedikit lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan dan akses terhadap sumber daya ekonomi perlu terus ditingkatkan, terutama di daerah-daerah tertinggal.

Capaian ini menjadi penanda positif bagi Indonesia dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mengeliminasi kemiskinan dalam segala bentuknya. Namun, tantangan untuk mempertahankan dan terus menurunkan angka kemiskinan tetap ada, mengingat dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Para ekonom menyambut baik kabar ini, namun juga mengingatkan agar pemerintah tidak lengah. Stabilitas ekonomi makro, pengendalian inflasi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas akan menjadi kunci utama untuk memastikan penurunan angka kemiskinan ini berkelanjutan dan tidak mudah tergerus oleh gejolak eksternal.

Ke depan, fokus perlu terus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, pondasi ekonomi yang lebih kuat dapat dibangun untuk melindungi masyarakat dari ancaman kemiskinan di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp