Sunday, 9 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Perebutan Kue Apem di Blitar: Tradisi Bulan Sapar yang Dipercaya Membawa Berkah

Oleh Destian August 9, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Blitar, Jawa Timur – Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti Desa Kemiri, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, pada hari Rabu (7/8/2024) lalu. Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah memadati area pondok pesantren setempat untuk mengikuti tradisi unik perebutan kue apem yang dipercaya membawa berkah. Acara ini merupakan bagian dari peringatan bulan Sapar, bulan kedua dalam kalender Hijriah, yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan budaya.

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menarik perhatian tidak hanya dari masyarakat Blitar sendiri, tetapi juga dari daerah tetangga seperti Malang, Kediri, dan Tulungagung. Antrean panjang terlihat sejak pagi hari, menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan kue apem yang dibagikan secara gratis oleh pihak pondok pesantren.

Menurut keterangan dari pengurus Pondok Pesantren Bustanul Ulum yang menjadi lokasi acara, seperti dilaporkan oleh Surya.co.id, kue apem yang dibagikan merupakan hasil produksi santri dan masyarakat sekitar. Proses pembuatan kue apem ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan doa, sehingga diharapkan setiap gigitannya membawa keberkahan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Ketua Panitia acara, Bapak Slamet Riyadi, seperti dikutip oleh Radar Blitar, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam. Bulan Sapar seringkali dianggap sebagai bulan yang penuh cobaan, sehingga melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk bersyukur dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kue apem sendiri melambangkan kelembutan dan kesucian, yang diharapkan dapat tertanam dalam diri setiap individu.

Perebutan kue apem menjadi puncak acara yang paling dinanti. Begitu kue mulai dibagikan dari lantai dua pondok pesantren, warga langsung berebut untuk mendapatkan bagiannya. Suasana riuh namun tetap terkendali, menunjukkan rasa hormat warga terhadap tradisi yang sedang dijalankan. Tidak sedikit warga yang berharap agar kue apem yang mereka dapatkan dapat membawa keberuntungan, kesembuhan bagi yang sakit, serta kelancaran rezeki.

Selain perebutan kue apem, rangkaian acara peringatan bulan Sapar di Pondok Pesantren Bustanul Ulum juga meliputi pembacaan tahlil dan sholawat, serta ceramah agama yang disampaikan oleh tokoh agama setempat. Hal ini semakin memperkuat nuansa spiritual dari seluruh rangkaian kegiatan.

Fenomena perebutan kue apem ini mencerminkan bagaimana unsur kepercayaan dan budaya lokal masih sangat kuat tertanam di tengah masyarakat Indonesia. Kepercayaan akan berkah yang dibawa oleh kue apem ini menjadi daya tarik utama yang melestarikan tradisi ini dari generasi ke generasi.

Pihak kepolisian setempat turut hadir untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara. Pengamanan ketat diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung dan menjaga ketertiban selama proses pembagian kue apem berlangsung. Rencananya, tradisi serupa akan kembali digelar pada bulan Sapar tahun depan, dengan harapan dapat terus memberikan manfaat spiritual dan kebersamaan bagi masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp