Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Akibat meluasnya api dan asap tebal, seluruh akses menuju kawasan wisata Bromo ditutup total untuk sementara waktu demi keselamatan pengunjung dan upaya pemadaman. Keputusan penutupan ini diambil oleh Balai Besar TNBTS sejak tanggal 8 September 2023.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengonfirmasi penutupan total akses wisata Bromo melalui keterangan resminya pada 8 September 2023. Beliau menyatakan bahwa penutupan dilakukan karena kondisi cuaca yang kering, angin kencang, serta meluasnya titik api yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung. Kebijakan ini berlaku untuk semua pintu masuk kawasan Bromo.
Penyebab awal kebakaran diduga berasal dari aktivitas manusia. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, salah satunya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, api pertama kali terdeteksi di wilayah Gunung Batok, yang kemudian merambat ke arah lautan pasir dan Kaldera Bromo. Titik api ini dilaporkan muncul pada tanggal 7 September 2023.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas TNBTS, BPBD setempat, TNI, Polri, serta relawan. Namun, kondisi medan yang terjal dan angin yang bertiup kencang menjadi kendala signifikan dalam upaya pemadaman. Luasnya area yang terbakar juga menambah kompleksitas penanganan karhutla ini.
Penutupan total akses wisata ini berdampak langsung pada sektor pariwisata di sekitar Bromo. Banyak pelaku usaha pariwisata, termasuk penginapan, penyedia jasa tur, dan warung makan, yang mengalami kerugian akibat anjloknya jumlah wisatawan. Pengelola kawasan berharap karhutla dapat segera diatasi agar aktivitas wisata dapat kembali normal.
Pihak Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat, khususnya para wisatawan, untuk mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak memasuki kawasan Bromo selama penutupan. Imbauan serupa juga disampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, mengingat tingginya risiko karhutla di musim kemarau.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkiraan pasti kapan akses wisata Bromo akan dibuka kembali. Tim gabungan masih fokus pada upaya pemadaman api dan memastikan seluruh area aman dari potensi kebakaran susulan. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh pihak berwenang.
