Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Teknologi

Modus Radikalisasi Baru: Berkedok Bantuan, Menkominfo Ingatkan Bahaya Literasi Digital Rendah

Oleh Achmad July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyoroti perkembangan modus baru dalam penyebaran paham radikalisme. Modus ini memanfaatkan kegiatan pemberian bantuan sebagai pintu masuk untuk merekrut individu, terutama yang memiliki tingkat literasi digital rendah. Fenomena ini menggarisbawahi urgensi peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat guna membentengi diri dari pengaruh ekstremisme.

Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa kelompok radikal kini semakin cerdik dalam menyasar target. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan propaganda langsung, melainkan mengintegrasikan aktivitas perekrutan ke dalam kegiatan sosial yang positif. “Yang paling mengkhawatirkan adalah sekarang ini mereka bisa masuk ke dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial, seperti memberikan bantuan, kemudian baru mereka melakukan pendekatan,” ujar Muhadjir Effendy dalam sebuah kesempatan.

Lebih lanjut, Menko PMK menekankan bahwa individu dengan literasi digital yang minim menjadi sasaran empuk dalam modus operandi baru ini. Kurangnya pemahaman dalam memilah informasi di dunia maya membuat mereka lebih rentan terpapar narasi-narasi ekstrem yang disebarkan secara terselubung. “Ini yang harus kita waspadai, karena ternyata mereka yang memiliki tingkat literasi digital yang rendah itu lebih mudah terpengaruh,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk secara aktif meningkatkan literasi digital. Kemampuan untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan mengenali pola penyebaran konten negatif menjadi kunci utama dalam melawan radikalisme yang semakin adaptif ini. Pemerintah dan berbagai institusi diharapkan dapat terus mendorong program-program edukasi literasi digital yang masif dan efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp