Malware baru yang berasal dari Indonesia dilaporkan telah menyebar dan menargetkan pengguna Android. Ancaman siber ini mampu mencuri berbagai data sensitif pengguna, termasuk isi percakapan di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram. Selain itu, malware ini juga memiliki kemampuan untuk mengunci file-file penting di perangkat korban.
Modus penyebaran malware ini terbilang licik, yaitu dengan memanfaatkan file APK (Android Package Kit) yang tidak diunduh dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store. Pengguna yang tanpa sadar menginstal aplikasi dari sumber tidak terpercaya berisiko tinggi terinfeksi.
Menurut laporan dari perusahaan keamanan siber, Vaksincom, malware ini dikembangkan oleh pelaku siber asal Indonesia. Tim riset Vaksincom berhasil mengidentifikasi beberapa fitur berbahaya yang dimiliki oleh malware ini. Salah satu kemampuan utamanya adalah mencuri kredensial login aplikasi, termasuk informasi yang tersimpan di WhatsApp dan Telegram.
Lebih lanjut, malware ini juga mampu melakukan enkripsi terhadap file-file yang ada di perangkat korban, menjadikannya tidak dapat diakses. Pelaku kemudian dapat meminta tebusan agar file-file tersebut dapat didekripsi kembali. Ancaman ini menunjukkan peningkatan kecanggihan pelaku siber lokal dalam melancarkan aksinya.
CEO Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkapkan keprihatinannya terhadap temuan ini. Ia menekankan bahwa pengguna Android perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aplikasi yang diinstal. “Kami menemukan malware baru yang berasal dari Indonesia, dan ini sangat mengkhawatirkan karena kemampuannya sangat canggih,” ujar Alfons dalam keterangannya pada Minggu, 28 Mei 2023.
Alfons menambahkan bahwa malware ini menyasar pengguna yang gemar mengunduh aplikasi dari luar Play Store. “Malware ini menyebar melalui file APK yang tidak resmi. Bahayanya, dia bisa mencuri data sekaligus mengunci file korban,” jelasnya lebih lanjut. Tindakan pencegahan paling mendasar adalah menghindari instalasi aplikasi dari sumber yang tidak jelas dan selalu melakukan pemindaian keamanan secara berkala.
