Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Teknologi

Ramalan Kiamat 13 November 2026 Berbasis Jurnal Ilmiah 1960: Fakta Dibalik Klaim

Oleh Achmad September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah prediksi tentang akhir dunia pada Jumat, 13 November 2026, tengah ramai diperbincangkan. Klaim ini konon berakar dari sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal bereputasi, Science, pada tahun 1960. Namun, penelusuran lebih mendalam mengungkap fakta berbeda di balik ramalan yang beredar.

Artikel asli di jurnal Science tahun 1960 yang menjadi rujukan, berjudul ‘A catastrophic theory of stellar evolution’, ditulis oleh para astronom terkemuka. Dalam artikel tersebut, para ilmuwan memang membahas kemungkinan skenario bencana kosmik, namun tidak ada satupun pernyataan yang secara spesifik menyebutkan tanggal 13 November 2026 sebagai kiamat.

Penyebaran klaim ini diduga kuat berawal dari kesalahpahaman atau interpretasi yang keliru terhadap isi artikel ilmiah tersebut. Para peneliti di tahun 1960 memang tengah mempelajari teori-teori mengenai evolusi bintang dan potensi peristiwa dahsyat di alam semesta. Salah satu topik yang dibahas adalah kemungkinan tabrakan antara galaksi Bima Sakti dan galaksi Andromeda, sebuah peristiwa yang diprediksi akan terjadi miliaran tahun dari sekarang, bukan dalam hitungan tahun.

Lebih lanjut, teori yang dibahas dalam jurnal Science tahun 1960 lebih mengarah pada fenomena astrofisika yang kompleks. Misalnya, studi tersebut mungkin menyentuh tentang bagaimana bintang-bintang berevolusi dan berpotensi mengalami ledakan dahsyat atau tabrakan. Namun, menghubungkan hal ini dengan akhir dunia pada tanggal spesifik di masa depan yang dekat adalah sebuah lompatan interpretasi yang tidak didukung oleh teks asli.

Penting untuk dicatat bahwa sains, terutama astrofisika, bekerja berdasarkan bukti empiris dan model matematis yang terus diperbarui. Prediksi mengenai peristiwa kosmik skala besar biasanya memiliki rentang waktu yang sangat panjang, bahkan hingga miliaran tahun. Klaim tentang kiamat pada 13 November 2026, yang dikaitkan dengan jurnal Science 1960, tampaknya merupakan hasil dari misinformasi yang beredar di ranah publik, bukan kesimpulan ilmiah yang valid dari sumber aslinya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp