Saturday, 22 August 2026
BREAKING
Teknologi

Matahari Merah di Langit Palangka Raya: Fenomena Kabut Asap Karhutla

Oleh Achmad August 22, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Fenomena langka matahari berwarna merah tua menyelimuti langit Palangka Raya pada Kamis, 17 Oktober 2019. Kejadian visual yang mengejutkan ini menjadi perbincangan hangat di tengah situasi darurat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.

Warna kemerahan yang tidak biasa pada matahari ini bukanlah pertanda alam gaib, melainkan sebuah efek optik yang dijelaskan oleh ilmuwan dan badan meteorologi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini terjadi akibat konsentrasi partikel halus di atmosfer yang sangat tinggi.

Kepala BMKG Wilayah III Palembang, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa semakin banyak partikel atau debu di udara, semakin banyak cahaya matahari yang tersebar. “Ketika partikel itu banyak sekali, maka cahaya matahari yang sampai ke mata kita itu adalah cahaya yang panjang gelombangnya paling panjang, yaitu merah,” ujar Eko Prasetyo dalam keterangan tertulisnya pada 17 Oktober 2019.

Penjelasan ilmiah ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Tim peneliti dari UKM, yang dipimpin oleh Profesor Dr. Mohd. Fadhil Mohd. Salleh, juga mengamati fenomena serupa di Malaysia akibat kabut asap. Mereka menjelaskan bahwa cahaya matahari terdiri dari berbagai spektrum warna. Ketika melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel asap, cahaya biru dan hijau akan lebih banyak terhambur. Akibatnya, cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang lebih dominan terlihat oleh mata manusia, sehingga matahari tampak berwarna kemerahan.

Konsentrasi partikel di udara pada saat itu memang tergolong ekstrem. Data dari BMKG menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palangka Raya pada tanggal tersebut mencapai level berbahaya. Tingginya tingkat polusi udara ini secara langsung berkontribusi pada perubahan warna matahari yang terlihat dari permukaan bumi.

Fenomena matahari merah ini menjadi pengingat visual yang kuat akan dampak serius dari kebakaran hutan dan lahan. Selain mengancam kesehatan masyarakat, karhutla juga terbukti mampu mengubah lanskap visual di sekitar kita, seperti yang terlihat jelas di langit Palangka Raya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp