Gelandang muda Bayern Munich, Jamal Musiala, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita kejang absans, sebuah kondisi neurologis yang memengaruhi otaknya. Meskipun demikian, pemain berusia 20 tahun itu menyatakan optimisme dan keyakinan bahwa ia tetap dapat melanjutkan karier sepak bolanya.
Kejang absans, yang sebelumnya dikenal sebagai petit mal, merupakan salah satu jenis epilepsi yang ditandai dengan hilangnya kesadaran atau kesadaran yang berkurang secara singkat. Kondisi ini sering kali terlihat seperti melamun atau terpaku sesaat, tanpa disadari oleh penderitanya. Gejala ini biasanya berlangsung selama beberapa detik dan dapat terjadi berulang kali dalam sehari.
Musiala menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisinya dalam sebuah wawancara. Ia menggambarkan bahwa episode kejang absans yang dialaminya biasanya terjadi tanpa peringatan dan berlangsung sangat singkat. “Saya mengalami hilangnya kesadaran. Itu seperti saya tiba-tiba keluar dari dunia ini selama beberapa detik. Saya tidak menyadari apa yang terjadi di sekitar saya,” ujar Musiala. Ia menambahkan bahwa momen-momen tersebut membuatnya merasa “terputus” dari realitas sejenak.
Meskipun diagnosis kejang absans ini terdengar serius, Musiala menegaskan bahwa ia tidak berencana untuk menghentikan aktivitasnya sebagai pesepakbola profesional. Ia telah berkonsultasi dengan para ahli medis dan mendapatkan keyakinan bahwa kondisinya dapat dikelola. “Dokter mengatakan bahwa saya bisa terus bermain sepak bola. Ini adalah sesuatu yang bisa saya atasi,” ungkapnya dengan nada meyakinkan.
Kejang absans umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak, namun dapat terus berlanjut hingga dewasa atau bahkan baru muncul pada usia dewasa. Pemicu kejang absans bisa bervariasi, termasuk kelelahan, stres, atau bahkan melewatkan waktu tidur. Dalam kasus Musiala, ia tidak merinci pemicu spesifik yang dialaminya, namun ia telah mengambil langkah-langkah untuk mengelola kondisinya agar tidak mengganggu performanya di lapangan.
Diagnosis ini muncul setelah beberapa laporan mengenai Musiala yang mengalami episode singkat di lapangan yang menimbulkan kekhawatiran. Namun, dengan penanganan medis yang tepat dan pemahaman yang lebih baik tentang kondisinya, Musiala siap untuk kembali memberikan kontribusinya bagi Bayern Munich dan tim nasional Jerman. Keputusannya untuk tetap bermain menunjukkan ketahanan dan komitmennya terhadap olahraga yang dicintainya.
