Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Ekonomi

Debu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan 6 Bandara, Penerbangan Dihentikan Sementara

Oleh Ishak September 6, 2026 35 minutes lalu 0 komentar

Enam bandara di sekitar Selat Sunda terpaksa ditutup selama kurang lebih empat jam pada hari ini, Rabu (26/6/2024), akibat sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini berdampak langsung pada operasional penerbangan di wilayah tersebut, memaksa otoritas bandara menunda dan mengalihkan sejumlah jadwal penerbangan demi keselamatan penumpang dan kru.

Menurut informasi yang dihimpun, penutupan sementara bandara-bandara tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang ditimbulkan oleh abu vulkanik yang dapat membahayakan mesin pesawat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara aktif memantau pergerakan abu vulkanik dan memberikan rekomendasi kepada otoritas penerbangan.

Bandara-bandara yang terdampak penutupan sementara ini meliputi Bandara Raden Inten II di Lampung Selatan, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, dan Bandara Kertajati di Majalengka. Durasi penutupan yang diperkirakan mencapai empat jam bertujuan untuk memberikan waktu bagi pemantauan dan pembersihan landasan pacu jika diperlukan.

Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda memang dikenal aktif dan sering menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Erupsi terbaru ini menghasilkan kolom abu yang membubung tinggi dan menyebar cukup luas, dipengaruhi oleh arah angin yang bertiup saat kejadian. PVMBG telah mengeluarkan peringatan terkait aktivitas gunung berapi ini, termasuk potensi peningkatan intensitas erupsi.

Dampak dari penutupan bandara ini tentu saja dirasakan oleh para penumpang. Banyak penerbangan yang mengalami keterlambatan, bahkan ada yang dialihkan ke bandara alternatif. Maskapai penerbangan pun telah mengeluarkan imbauan kepada penumpang untuk terus memantau informasi jadwal penerbangan mereka melalui kanal resmi maskapai atau bandara.

Otoritas bandara bersama dengan AirNav Indonesia terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi. Evaluasi terhadap kondisi debu vulkanik akan terus dilakukan secara berkala. Jika kondisi sudah dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang, operasional penerbangan akan segera dibuka kembali.

Fenomena debu vulkanik memang menjadi tantangan tersendiri bagi dunia penerbangan. Partikel halus abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin pesawat, mengganggu visibilitas, dan merusak komponen pesawat lainnya. Oleh karena itu, penutupan bandara menjadi prosedur standar yang harus dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan.

Pihak pengelola bandara dan maskapai penerbangan mengimbau penumpang untuk bersabar dan memahami situasi yang terjadi. Informasi terkini mengenai status operasional bandara dan jadwal penerbangan akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan kondisi sebaran debu vulkanik Anak Krakatau.

Bagikan: Facebook X WhatsApp