Friday, 11 September 2026
BREAKING
Teknologi

BMKG Bantah Tuduhan Beri Respons “Ngawur” Terkait Gunung Anak Krakatau

Oleh Achmad September 11, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara menanggapi beredarnya tangkapan layar (screenshot) yang menuduh lembaganya memberikan respons tidak pantas terkait Gunung Anak Krakatau. Melalui keterangan resminya, BMKG menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan viralnya screenshot tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman publik.

Kehebohan bermula dari sebuah tangkapan layar yang menampilkan interaksi di media sosial, diduga melibatkan akun resmi BMKG. Dalam screenshot tersebut, akun BMKG dituding memberikan jawaban yang “ngawur” atau tidak relevan terhadap sebuah unggahan dari Sekretariat Kabinet yang membahas aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini kemudian dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform.

Menanggapi isu yang berkembang, BMKG secara tegas membantah kebenaran informasi yang beredar. “Tuduhan bahwa akun resmi BMKG memberikan jawaban yang tidak responsif atau tidak benar terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau adalah tidak benar,” ujar pihak BMKG dalam pernyataannya. Mereka menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarluaskannya agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di masyarakat.

BMKG menduga bahwa screenshot yang beredar tersebut merupakan hasil manipulasi atau kesalahpahaman dalam interpretasi. Lembaga ini berkomitmen untuk selalu memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada publik, terutama terkait dengan isu-isu kebencanaan dan cuaca. Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan salah satu topik yang selalu mendapat perhatian serius dari BMKG.

Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi yang dikeluarkan oleh lembaga terkait. Dalam hal ini, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diakses melalui situs web resmi BMKG atau kanal komunikasi terverifikasi lainnya. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh data yang valid dan terhindar dari berita bohong (hoax) yang dapat meresahkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp