Friday, 28 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Banjir Bandang Porak-porandakan Jalur Trekking Populer di Nepal, Akses ke View Himalaya Terputus

Oleh Destian August 28, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Sebuah peristiwa banjir bandang yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem dilaporkan telah menghancurkan sebagian besar jalur trekking populer di wilayah Annapurna, Nepal. Insiden yang terjadi pada akhir pekan lalu ini telah memutus akses bagi para pendaki yang ingin menikmati pemandangan megah Pegunungan Himalaya, termasuk Puncak Annapurna dan Machhapuchhre (Fishtail).

Menurut laporan dari media lokal Nepal, The Kathmandu Post, banjir bandang terjadi pada Sabtu (24/8/2024) dan Minggu (25/8/2024) di sepanjang Sungai Modi Khola. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir memicu luapan sungai yang dahsyat, menghanyutkan jembatan, merusak jalan setapak, dan mengganggu infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan tersebut.

Jalur trekking yang terdampak parah meliputi rute menuju Annapurna Base Camp (ABC) dan Annapurna Circuit, dua destinasi paling diminati oleh para pendaki dari seluruh dunia. Kerusakan ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada sektor pariwisata Nepal, yang sangat bergantung pada aktivitas trekking dan pendakian.

Dilansir dari Reuters, otoritas pariwisata Nepal melalui Departemen Pariwisata telah mengeluarkan peringatan kepada para pendaki untuk menunda rencana perjalanan ke wilayah Annapurna. Kepala Departemen Pariwisata, Rudra Singh Tamang, menyatakan bahwa tim penyelamat dan surveyor sedang dikerahkan untuk menilai tingkat kerusakan secara menyeluruh dan mencari solusi darurat untuk membuka kembali jalur yang aman.

Seorang pemandu trekking lokal yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip oleh BBC, mengungkapkan keprihatinannya. “Ini adalah pukulan telak bagi kami. Banyak masyarakat lokal yang bergantung pada pendapatan dari trekking. Kami berharap jalur ini bisa segera diperbaiki,” ujarnya.

Banjir bandang ini juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pendaki yang mungkin masih berada di area tersebut saat kejadian. Meskipun belum ada laporan korban jiwa yang signifikan, beberapa pendaki dilaporkan mengalami kesulitan untuk kembali akibat rusaknya jalur dan terputusnya komunikasi di beberapa titik.

Pihak berwenang Nepal berencana untuk segera melakukan evaluasi kerusakan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan secepat mungkin. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan para pendaki yang masih berada di pegunungan dan kemudian melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur.

Pemerintah Nepal bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait, termasuk organisasi non-pemerintah dan komunitas lokal, untuk mempercepat proses pemulihan. Rencana perbaikan jalur trekking dan infrastruktur pendukung diperkirakan akan memakan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit, mengingat medan pegunungan yang sulit dijangkau.

Bagikan: Facebook X WhatsApp