Friday, 28 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Pertamina Ungkap Ambisi Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

Oleh Ishak August 28, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk memimpin pengembangan ekosistem Carbon Capture Storage (CCS) di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi global.

Keputusan strategis ini diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, yang menegaskan bahwa Pertamina memiliki kapabilitas dan sumber daya yang memadai untuk mendorong implementasi teknologi CCS secara masif di tanah air. Pengembangan ekosistem ini diharapkan tidak hanya terbatas pada penangkapan dan penyimpanan karbon, tetapi juga mencakup rantai nilai industri yang lebih luas.

Dalam upaya percepatan pengembangan CCS, Pertamina telah menjalin berbagai kolaborasi strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa mitra strategis untuk studi kelayakan dan pengembangan proyek CCS. Kolaborasi ini mencakup riset teknologi, identifikasi lokasi penyimpanan CO2 yang potensial, hingga pengembangan kerangka regulasi yang mendukung.

Salah satu proyek awal yang digagas Pertamina adalah pengembangan CCS di Blok Gundih, Jawa Tengah. Proyek ini menjadi percontohan penting untuk menguji kelayakan teknis dan keekonomian teknologi CCS di Indonesia. Pertamina menargetkan proyek ini dapat menjadi batu loncatan untuk pengembangan skala komersial di masa depan.

Teknologi CCS sendiri merupakan proses penangkapan gas karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari sumber-sumber emisi besar, seperti industri pembangkit listrik dan pabrik, sebelum dilepaskan ke atmosfer. Karbon yang ditangkap kemudian diangkut dan disimpan secara permanen di bawah tanah, biasanya dalam formasi geologis yang aman.

Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif Pertamina ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyatakan bahwa pengembangan CCS sangat krusial bagi Indonesia untuk mencapai target NZE pada tahun 2060. Dukungan regulasi dan insentif yang memadai akan terus diberikan untuk mendorong investasi di sektor ini.

Selain mendukung pencapaian target iklim, pengembangan ekosistem CCS juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, seperti penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri pendukung. Pertamina memproyeksikan bahwa implementasi CCS secara luas dapat berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon nasional.

Namun, pengembangan CCS di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk biaya investasi yang tinggi, kebutuhan infrastruktur yang memadai, serta kerangka hukum dan regulasi yang masih perlu diperkuat. Pertamina optimistis tantangan ini dapat diatasi melalui sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.

Ke depan, peran Pertamina dalam memimpin pengembangan ekosistem CCS akan menjadi sorotan utama. Keberhasilan inisiatif ini tidak hanya akan menentukan capaian target iklim Indonesia, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam solusi energi bersih di kancah global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp