Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
Berita

Tingkat Pengangguran Indonesia Capai Titik Terendah Sejak Era Soeharto, Apa Sinyalnya?

Oleh Ishak August 5, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2024 mencapai 4,94%, angka terendah sejak era Presiden Soeharto. Penurunan ini menandai pemulihan pasar tenaga kerja yang signifikan, didorong oleh berbagai sektor ekonomi yang mulai bangkit pasca-pandemi.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, jumlah pengangguran pada Februari 2024 tercatat sebanyak 7,23 juta orang. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,86 juta orang. Penurunan ini merupakan kelanjutan tren positif yang terlihat sejak Februari 2023.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyambut baik capaian ini, menekankan bahwa penurunan TPT merupakan indikator positif pemulihan ekonomi nasional. Ia mengaitkan penurunan ini dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama sektor pariwisata, industri pengolahan, dan perdagangan yang mulai pulih.

Data BPS juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk bekerja. Per Februari 2024, jumlah penduduk bekerja mencapai 145,39 juta orang, naik dari 137,97 juta orang pada Februari 2023. Peningkatan ini mencakup baik pekerja penuh waktu maupun paruh waktu, yang mengindikasikan adanya perluasan kesempatan kerja.

Secara sektoral, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; serta perdagangan besar dan eceran. Sektor-sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam menyerap angkatan kerja baru.

Namun, perlu dicatat bahwa meskipun TPT menurun, masih ada tantangan terkait kualitas pekerjaan. Data BPS juga menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian pekerja yang berada pada kategori setengah pengangguran atau bekerja paruh waktu yang tidak diinginkan. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan memastikan stabilitas pendapatan bagi para pekerja.

Para ekonom menilai penurunan tingkat pengangguran ini sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia. Dengan lebih banyak warga yang terserap ke pasar kerja, daya beli masyarakat diharapkan meningkat, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Ke depan, pemerintah diharapkan terus fokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Pemantauan berkelanjutan terhadap tren pasar tenaga kerja dan adaptasi kebijakan yang responsif akan menjadi kunci untuk mempertahankan tren positif ini dan mengatasi tantangan yang masih ada.

Bagikan: Facebook X WhatsApp