Monday, 7 September 2026
BREAKING
Teknologi

Ancaman Abu Vulkanik Anak Krakatau: Dua Bahaya Ini Mengintai Keselamatan Penerbangan

Oleh Achmad September 7, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Pembatalan puluhan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Sabtu (22/6/2024) menjadi bukti nyata betapa abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau dapat melumpuhkan aktivitas udara. Fenomena alam ini menimbulkan dua ancaman serius yang membahayakan keselamatan pesawat terbang.

Bahaya pertama terletak pada sifat abrasif abu vulkanik. Partikel-partikel halus namun keras ini, ketika terhirup oleh mesin pesawat, dapat menyebabkan kerusakan parah pada komponen vital. Bayangkan jutaan butiran pasir yang masuk ke dalam turbin berkecepatan tinggi; gesekan yang terjadi dapat mengikis bilah turbin, merusak sistem pelumasan, hingga menyebabkan kegagalan mesin total. Kerusakan mesin di udara bukan sekadar ancaman, melainkan potensi bencana yang mengintai.

Ancaman kedua berkaitan dengan dampak abu vulkanik terhadap visibilitas. Abu yang beterbangan di atmosfer dapat menciptakan kabut tebal yang mengurangi jarak pandang pilot secara drastis. Dalam kondisi normal, pilot mengandalkan instrumen navigasi dan visual untuk mendarat dan lepas landas dengan aman. Namun, ketika pandangan terhalang oleh awan abu, risiko tabrakan dengan objek lain di darat atau bahkan dengan pesawat lain di udara meningkat tajam. Hal ini memaksa otoritas penerbangan untuk mengambil keputusan tegas demi mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.

Keputusan pembatalan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta diambil berdasarkan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kedua lembaga ini terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Data dari BMKG menunjukkan pergerakan abu vulkanik ke arah barat daya, yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, M. Suriawan, menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan kru penerbangan adalah prioritas utama. “Kami mengambil keputusan ini berdasarkan informasi dari BMKG dan PVMBG. Kami tidak mau mengambil risiko sekecil apapun terhadap keselamatan penerbangan,” ujar Suriawan, menggarisbawahi alasan di balik penutupan sementara bandara. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pihak terkait untuk memberikan informasi terkini kepada penumpang yang terdampak.

Dampak pembatalan ini dirasakan oleh ribuan penumpang yang rencananya akan melakukan perjalanan. Maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air Group telah mengeluarkan pengumuman terkait penyesuaian jadwal penerbangan. Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi dari maskapai masing-masing mengenai perkembangan situasi dan opsi reschedule atau refund.

Bagikan: Facebook X WhatsApp