Kabar mengenai konsumsi jahe mentah yang dipercaya dapat mencegah flu tengah menjadi perbincangan hangat. Namun, praktik ini ternyata menyimpan potensi risiko bagi kesehatan lambung. Seorang dokter gizi angkat bicara untuk meluruskan fakta seputar kebiasaan tersebut dan memberikan panduan aman dalam mengonsumsi jahe.
Menurut para ahli, meskipun jahe dikenal memiliki khasiat terapeutik, mengonsumsi jahe dalam keadaan mentah dalam jumlah besar dapat memicu iritasi pada lambung. Hal ini dikarenakan senyawa aktif dalam jahe, seperti gingerol, memiliki sifat pedas yang jika dikonsumsi langsung tanpa diolah dapat mengganggu lapisan mukosa lambung.
Dokter gizi, dr. Diana Suganda, M.Kes., Sp.GK., mengingatkan bahwa klaim jahe mentah sebagai pencegah flu yang ampuh perlu ditinjau lebih lanjut dari sisi medis. “Jahe memang memiliki senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Namun, bukan berarti mengonsumsi mentah-mentah adalah cara terbaik atau paling aman,” ujar dr. Diana.
Ia menambahkan, “Ada beberapa orang yang sensitif terhadap rasa pedas jahe mentah, sehingga bisa timbul nyeri ulu hati, mual, atau bahkan diare. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung seperti maag atau GERD, sebaiknya berhati-hati.”
Untuk mendapatkan manfaat jahe tanpa risiko, dr. Diana menyarankan beberapa cara pengolahan yang lebih aman. Jahe dapat diseduh dengan air panas untuk dijadikan minuman hangat. Proses perebusan atau penyeduhan ini membantu mengekstrak senyawa bermanfaatnya sekaligus mengurangi intensitas rasa pedas yang berpotensi mengiritasi lambung.
“Minuman jahe hangat, misalnya wedang jahe, adalah cara yang lebih dianjurkan. Bisa ditambahkan sedikit madu atau lemon untuk menambah rasa dan nutrisi. Selain itu, jahe juga bisa diolah menjadi bumbu masakan, kue, atau permen jahe,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Diana menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan satu bahan makanan. “Pencegahan flu yang paling efektif adalah dengan menjaga pola makan sehat bergizi seimbang, istirahat cukup, berolahraga teratur, dan menjaga kebersihan diri. Jahe bisa menjadi pelengkap, namun bukan satu-satunya solusi,” tutupnya.
