Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Tips Dokter Mata Lindungi Mata dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Oleh Destian September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Debu vulkanik sisa erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih berpotensi menimbulkan iritasi, terutama pada mata. Mengingat abu ini dapat menempel pada berbagai permukaan pasca-bencana, para dokter mata memberikan panduan penting untuk melindungi organ penglihatan saat melakukan pembersihan.

Dokter spesialis mata, dr. Nanda Rachmanita, Sp.M, menekankan bahwa abu vulkanik memiliki tekstur yang kasar dan dapat menyebabkan luka pada kornea jika tidak ditangani dengan hati-hati. “Abu vulkanik itu sifatnya abrasif, seperti pasir halus, sehingga bisa menggores permukaan mata,” jelas dr. Nanda dalam sebuah keterangan tertulis.

Oleh karena itu, ia sangat menyarankan agar masyarakat, khususnya yang berada di area terdampak erupsi, untuk mengambil langkah pencegahan ekstra saat membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalkan kontak langsung antara abu vulkanik dengan mata.

Salah satu saran utama adalah penggunaan pelindung mata yang memadai. “Gunakan kacamata pelindung (goggles) atau kacamata biasa yang menutupi mata dengan rapat saat melakukan aktivitas bersih-bersih,” ujar dr. Nanda. Penggunaan kacamata ini akan menciptakan lapisan penghalang fisik antara mata dan partikel abu yang beterbangan.

Selain itu, penting untuk tidak mengucek mata jika terasa ada yang mengganjal. Kebiasaan mengucek mata justru dapat memperparah iritasi atau bahkan menyebabkan luka. Jika abu vulkanik masuk ke mata, cara yang tepat adalah membilasnya dengan air bersih mengalir. “Segera bilas mata dengan air bersih mengalir. Jangan digosok atau dikucek,” tegasnya.

Apabila iritasi tetap berlanjut atau timbul gejala yang lebih serius seperti mata merah, nyeri, atau pandangan kabur, dr. Nanda menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau dokter spesialis mata. Penanganan medis profesional sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp