Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Keluhan Turis Asing di Korsel: Bahasa, Biaya, hingga Akses Informasi Jadi Sorotan

Oleh Destian September 12, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Sejumlah turis asing yang berkunjung ke Korea Selatan mengutarakan berbagai keluhan terkait pengalaman mereka, mulai dari kendala bahasa yang signifikan, biaya hidup yang dirasa mahal, hingga kesulitan mengakses informasi yang akurat. Keluhan ini mencakup berbagai aspek perjalanan, menyoroti area yang perlu menjadi perhatian bagi industri pariwisata Korea Selatan untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan internasional.

Salah satu keluhan yang paling sering diungkapkan adalah hambatan bahasa. Banyak turis asing merasa kesulitan berkomunikasi karena minimnya pilihan bahasa Inggris pada papan informasi, menu restoran, atau bahkan saat berinteraksi dengan staf di tempat-tempat umum. Situasi ini dilaporkan menyulitkan navigasi dan pemesanan, sebagaimana diungkapkan oleh berbagai wisatawan dalam forum daring dan ulasan perjalanan.

Selain itu, biaya perjalanan di Korea Selatan juga menjadi sorotan. Meskipun dikenal dengan kemajuan teknologinya, beberapa wisatawan menilai harga makanan, transportasi, dan akomodasi di kota-kota besar seperti Seoul tergolong tinggi, bahkan dibandingkan dengan negara maju lainnya di Asia. Data dari berbagai situs perbandingan biaya perjalanan menunjukkan bahwa pengeluaran harian turis di Seoul bisa mencapai angka yang cukup signifikan.

Akses informasi yang kurang memadai juga menjadi poin keluhan. Beberapa turis melaporkan kesulitan menemukan informasi terkini mengenai jam operasional tempat wisata, perubahan jadwal transportasi, atau bahkan panduan mendetail tentang budaya dan etiket lokal dalam bahasa yang mudah dipahami. Kurangnya platform informasi terpadu yang multi-bahasa dinilai menjadi penyebabnya.

Sebagai respons terhadap isu-isu ini, otoritas pariwisata Korea Selatan, melalui Korea Tourism Organization (KTO), telah menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan bagi turis asing. KTO secara berkala melakukan survei kepuasan pengunjung dan mengumpulkan masukan untuk perbaikan.

Peningkatan penggunaan teknologi seperti aplikasi navigasi dan penerjemah bahasa terus digalakkan. Namun, tantangan terbesar tetap pada implementasi di lapangan, terutama di luar area wisata utama. Upaya sosialisasi kepada pelaku industri pariwisata lokal juga menjadi fokus untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya layanan ramah turis asing.

Beberapa turis juga menyuarakan harapan agar ada lebih banyak variasi kuliner yang ramah bagi turis dengan preferensi diet tertentu, seperti vegetarian atau vegan. Meskipun makanan Korea sangat populer, opsi yang tersedia terkadang terbatas bagi mereka yang memiliki pantangan makan spesifik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Selatan terus berupaya keras menarik lebih banyak turis asing, terutama pasca-pandemi COVID-19. Data dari KTO menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan turis pada periode tertentu, namun masukan konstruktif dari para pengunjung tetap menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing pariwisata negara tersebut di kancah global.

KTO dijadwalkan akan merilis laporan evaluasi pariwisata kuartalan pada akhir bulan depan, yang diharapkan akan memuat analisis lebih mendalam mengenai keluhan turis dan rencana tindak lanjut yang lebih konkret.

Bagikan: Facebook X WhatsApp