Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Tiga Bakteri Patogen Ditemukan Jadi Penyebab Keracunan Massal Menu MBG

Oleh Destian September 12, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Labkesda Sumut) telah mengidentifikasi tiga jenis bakteri patogen yang menjadi penyebab utama insiden keracunan massal setelah mengonsumsi menu dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXIX di Sumatera Utara. Penemuan ini menjadi kunci dalam mengungkap akar permasalahan dari puluhan warga yang mengalami gejala keracunan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil, ketiga bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli. Ketiga mikroorganisme ini dikenal sebagai agen penyebab keracunan makanan yang umum terjadi.

Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang sering ditemukan pada kulit dan saluran pernapasan manusia. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang tahan panas, sehingga meskipun makanan dimasak, toksin tersebut tetap dapat menyebabkan keracunan. Gejala keracunan akibat Staphylococcus aureus biasanya muncul dengan cepat, dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi, meliputi mual, muntah, kram perut, dan diare.

Sementara itu, Bacillus cereus adalah bakteri yang dapat membentuk spora. Spora ini sangat tahan terhadap panas dan dapat bertahan dalam proses memasak. Jika makanan yang terkontaminasi dibiarkan pada suhu ruang dalam jangka waktu tertentu, spora ini dapat berkecambah dan menghasilkan toksin. Bacillus cereus dapat menyebabkan dua jenis keracunan: tipe emetik (muntah) yang gejalanya mirip keracunan Staphylococcus aureus, dan tipe diare yang gejalanya muncul lebih lambat, yaitu 6 hingga 15 jam setelah konsumsi.

Adapun Escherichia coli (E. coli) adalah kelompok bakteri yang umumnya hidup di usus hewan dan manusia. Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya, namun beberapa jenis dapat menghasilkan toksin berbahaya yang menyebabkan penyakit serius. Kontaminasi E. coli pada makanan biasanya terjadi akibat praktik kebersihan yang buruk, seperti kontaminasi silang dari tinja ke makanan. Gejala keracunan E. coli dapat bervariasi, mulai dari diare ringan hingga diare berdarah yang parah, kram perut, dan muntah.

Penemuan ketiga bakteri patogen ini menegaskan adanya masalah pada penanganan dan persiapan makanan yang disajikan kepada para peserta dan tamu MTQ Tingkat Nasional XXIX di Sumatera Utara. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah perbaikan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp