Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan perkembangan terkini mengenai kondisi FP, seorang siswa SMA asal Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi Makanan Bekal Guru (MBG). Pasien kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa yang menimpa FP bermula pada tanggal 23 Februari 2024. Ia diduga mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan di sekolahnya. Kejadian ini segera mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan setempat dan Kemenkes.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, dalam keterangan resminya pada Rabu (6/3/2024), mengkonfirmasi bahwa FP telah dibawa ke RSCM. “Pasien FP saat ini sudah dirujuk ke RSCM,” ujar Syahril.
Menurut Syahril, tim medis telah melakukan berbagai upaya penanganan di daerah asal FP sebelum memutuskan untuk merujuknya ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. “Kita sudah melakukan upaya-upaya di daerah, kemudian kita terus memantau dan memang ada perkembangan, sehingga kita putuskan untuk dirujuk ke RSCM,” jelasnya.
Kemenkes terus berkoordinasi dengan tim medis di RSCM untuk memantau perkembangan kondisi FP. Meskipun demikian, Syahril belum merinci secara spesifik jenis gangguan ingatan yang dialami FP maupun prognosisnya. Fokus saat ini adalah memastikan FP mendapatkan perawatan terbaik.
Sebelumnya, kasus ini pertama kali mencuat setelah video yang memperlihatkan FP mengalami kebingungan dan kesulitan mengingat beredar di media sosial. Pihak sekolah dan orang tua FP pun segera mencari bantuan medis.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan medis sepenuhnya kepada para profesional. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan mengenai perkembangan kasus ini.
