Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Virus Baru Mirip Flu Ditemukan di China, Ditularkan Melalui Kutu

Oleh Destian September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah penemuan mengkhawatirkan datang dari para ilmuwan di China yang berhasil mengidentifikasi adanya virus baru. Virus yang teridentifikasi ini memiliki kemampuan menular melalui gigitan kutu dan menunjukkan gejala yang menyerupai penyakit influenza.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Emerging Microbes & Infections pada 15 Februari 2024 ini mengungkap identitas virus yang kemudian diberi nama Jingmen tick-borne encephalitis virus (Jingmen TBEV). Strain virus ini dilaporkan memiliki kemiripan genetik yang signifikan dengan virus TBEV yang sudah dikenal sebelumnya, namun memiliki perbedaan yang cukup untuk diklasifikasikan sebagai varian baru.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Jianguo Xu dari Institut Pasteur Shanghai, menemukan bahwa virus Jingmen TBEV mampu menginfeksi sel manusia dan bereplikasi di dalamnya. Hasil studi laboratorium menunjukkan bahwa virus ini dapat menyebabkan peradangan pada sistem saraf pusat, sebuah karakteristik yang juga ditemukan pada infeksi TBEV klasik.

Gejala yang muncul pada individu yang terinfeksi Jingmen TBEV dilaporkan mirip dengan influenza, meliputi demam, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, potensi virus ini untuk berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, termasuk ensefalitis (radang otak), masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penemuan ini menjadi penting mengingat TBEV klasik telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Asia. Kutu, terutama spesies Ixodes persulcatus dan Ixodes ricinus, diketahui menjadi vektor utama penularan virus ini ke manusia melalui gigitannya.

Tim Dr. Xu berhasil mengisolasi Jingmen TBEV dari sampel darah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Rakyat Kota Jingmen, Provinsi Hubei, China, pada tahun 2023. Analisis genomik kemudian mengkonfirmasi bahwa ini adalah strain virus TBEV yang berbeda dari yang pernah dilaporkan sebelumnya. Studi lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami sepenuhnya potensi patogenisitas dan penyebaran virus baru ini di populasi manusia dan hewan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp