Kekhawatiran mengenai potensi kaitan antara penggunaan cat rambut dengan peningkatan risiko kanker payudara kembali mengemuka. Berbagai studi ilmiah telah mencoba menelisik hubungan ini, namun kesimpulannya masih memerlukan pemahaman yang lebih mendalam terkait jenis bahan kimia, frekuensi penggunaan, dan faktor risiko individu.
Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives pada tahun 2020, misalnya, menganalisis sejumlah penelitian mengenai paparan bahan kimia dalam produk perawatan rambut, termasuk cat rambut. Tinjauan ini mengidentifikasi beberapa bahan kimia dalam cat rambut yang diduga berpotensi bersifat karsinogenik, seperti p-phenylenediamine (PPD) dan amina aromatik lainnya.
Menurut para peneliti dari National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) yang terlibat dalam studi tersebut, meskipun beberapa bahan kimia dalam cat rambut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker pada studi hewan, bukti pada manusia masih terbatas dan seringkali bersifat tidak konsisten. Mereka menekankan bahwa tingkat paparan yang dialami konsumen melalui penggunaan cat rambut di rumah umumnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan paparan yang digunakan dalam studi laboratorium.
Dalam konteks yang lebih luas, studi kohort besar yang dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Cancer pada tahun 2021 mengamati hubungan antara penggunaan cat rambut permanen dan risiko kanker payudara pada wanita kulit hitam di Amerika Serikat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya sedikit peningkatan risiko kanker payudara bagi wanita yang menggunakan cat rambut permanen secara teratur, terutama bagi mereka yang menggunakannya lebih dari seminggu sekali.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa studi ini juga mencatat bahwa asosiasi tersebut mungkin dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan genetik lainnya yang belum sepenuhnya teridentifikasi. Para peneliti menyarankan agar wanita yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau faktor risiko lainnya untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan produk cat rambut.
Menanggapi kekhawatiran ini, berbagai badan kesehatan dan regulator di seluruh dunia terus memantau keamanan produk kosmetik, termasuk cat rambut. European Chemicals Agency (ECHA), misalnya, secara rutin mengevaluasi bahan-bahan kimia yang digunakan dalam produk konsumen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan. Regulasi ini mencakup pembatasan penggunaan bahan-bahan tertentu atau persyaratan pelabelan yang lebih ketat.
Pakar kesehatan menyarankan konsumen untuk mengambil langkah pencegahan jika merasa khawatir. Mengurangi frekuensi penggunaan cat rambut, memilih produk dengan formula yang lebih aman (misalnya, cat rambut semi-permanen atau yang bebas dari bahan kimia tertentu), dan memastikan ventilasi yang baik saat mengaplikasikan cat rambut di rumah dapat menjadi pilihan. Selain itu, melakukan tes alergi sebelum penggunaan secara luas juga penting untuk menghindari reaksi negatif.
Penting untuk diingat bahwa kanker payudara adalah penyakit multifaktorial yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Meskipun penelitian terus berlanjut untuk mengklarifikasi hubungan antara cat rambut dan kanker payudara, bukti saat ini belum secara definitif menyatakan bahwa cat rambut adalah penyebab langsung kanker payudara pada populasi umum. Namun, kewaspadaan dan praktik penggunaan yang aman tetap direkomendasikan.
