Friday, 11 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Fenomena “Hope”: Desa Terpencil di Korea Selatan Dibanjiri Turis Pascataayangkan Film

Oleh Destian September 11, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Sebuah desa terpencil di Korea Selatan dilaporkan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan pasca penayangan film berjudul ‘Hope’. Lokasi syuting film tersebut kini menjadi destinasi populer, menarik perhatian publik dan memicu perbincangan mengenai dampak budaya pop terhadap pariwisata lokal.

Film ‘Hope’ yang dirilis pada tahun 2023 ini, menurut laporan dari media Korea Selatan seperti Yonhap News Agency, menampilkan keindahan alam dan suasana pedesaan yang memikat, yang sebagian besar diambil di sebuah desa di Provinsi Gyeongsang Utara. Keberhasilan film ini di box office dan pujian terhadap sinematografinya rupanya turut membawa dampak langsung pada minat masyarakat untuk mengunjungi lokasi syutingnya.

Salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi adalah sebuah rumah tradisional Korea atau ‘hanok’ yang menjadi latar belakang penting dalam cerita film. Pengelola destinasi wisata setempat, seperti yang dikutip oleh Korea JoongAng Daily, melaporkan peningkatan kedatangan pengunjung hingga berkali-kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini terjadi terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Lonjakan wisatawan ini membawa dampak ekonomi positif bagi penduduk lokal. Pedagang kecil, pemilik penginapan, dan penyedia jasa tur melaporkan peningkatan pendapatan yang cukup drastis. Beberapa warga yang sebelumnya bergantung pada pertanian kini mulai merambah sektor pariwisata untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Namun, di balik euforia peningkatan pariwisata, muncul pula tantangan. Pihak pemerintah daerah setempat, melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, tengah berupaya mengelola arus wisatawan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Rencana pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata dan pengelolaan sampah menjadi prioritas utama.

Pemerintah daerah berencana untuk membuat peta wisata khusus yang menyoroti lokasi-lokasi syuting ‘Hope’ serta menawarkan paket tur terintegrasi. Langkah ini diharapkan dapat mengarahkan wisatawan ke area yang telah disiapkan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan ketenangan desa.

Para pakar pariwisata menilai fenomena ini sebagai contoh nyata bagaimana konten budaya, khususnya film, dapat menjadi lokomotif penggerak pariwisata di daerah yang sebelumnya kurang dikenal. Pengelolaan yang baik akan menjadi kunci agar lonjakan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas lokal.

Kementerian terkait dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat pada awal bulan depan untuk membahas strategi jangka panjang pengembangan pariwisata berbasis film ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp