Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Abu Vulkanik Picu Asma Mendadak, Begini Penjelasan Dokter Paru

Oleh Destian September 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Fenomena munculnya serangan asma secara tiba-tiba setelah terpapar abu vulkanik, bahkan pada individu yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, bukanlah hal yang mustahil. Dokter spesialis paru memberikan penjelasan mendalam mengenai kemungkinan penyebab di balik kondisi ini.

Paparan terhadap abu vulkanik dapat memicu reaksi peradangan pada saluran pernapasan. Partikel halus dan kimiawi yang terkandung dalam abu vulkanik dapat mengiritasi bronkus, yaitu saluran udara yang membawa udara ke paru-paru. Iritasi ini kemudian dapat menyebabkan pembengkakan dan penyempitan saluran pernapasan, yang merupakan ciri khas dari serangan asma.

Dr. dr. Faisal Yunus, Sp.P(K), FAPSR, seorang spesialis paru, menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung berbagai komponen yang berpotensi berbahaya bagi sistem pernapasan. “Abu vulkanik itu kan terdiri dari berbagai macam partikel, ada silika, ada juga mineral-mineral lain yang kalau terhirup itu bisa mengiritasi saluran napas,” ujar Dr. Faisal.

Lebih lanjut, Dr. Faisal menerangkan bahwa paparan abu vulkanik dapat memicu respons imun tubuh yang berlebihan. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki kecenderungan genetik atau kondisi saluran pernapasan yang sensitif, iritasi awal ini bisa memicu peradangan kronis yang akhirnya berujung pada gejala asma. “Jadi, saluran napas itu jadi lebih reaktif. Begitu ada pemicu, dia langsung bereaksi dengan menyempit,” tambahnya.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang terpapar abu vulkanik akan mengalami serangan asma. Faktor kerentanan individu, seperti riwayat alergi, riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya, atau bahkan kondisi kesehatan umum, dapat memainkan peran penting dalam menentukan apakah seseorang akan mengembangkan gejala asma atau tidak. “Tidak semua orang yang kena abu vulkanik langsung jadi asma. Tapi, kemungkinan itu ada, terutama kalau dia punya faktor risiko lain,” tegas Dr. Faisal.

Oleh karena itu, bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana gunung berapi, disarankan untuk selalu waspada terhadap potensi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Menggunakan masker yang tepat saat terpapar abu, menghindari aktivitas luar ruangan saat erupsi, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala pernapasan yang tidak biasa adalah langkah-langkah pencegahan yang krusial.

Bagikan: Facebook X WhatsApp