Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Benarkah Paha Besar Menjamin Umur Panjang? Pakar Ungkap Hubungan Sehatnya

Oleh Destian September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah klaim yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa memiliki paha yang besar dapat menjadi indikator umur panjang. Namun, apakah klaim ini didukung oleh bukti ilmiah yang kuat? Para ahli kesehatan angkat bicara mengenai kaitan antara ukuran paha dengan kesehatan dan harapan hidup.

Klaim ini seringkali dikaitkan dengan akumulasi lemak di area paha yang dianggap lebih ‘aman’ dibandingkan lemak di area perut. Lemak viseral, yang melapisi organ-organ dalam di perut, secara konsisten dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik. Sebaliknya, lemak subkutan di ekstremitas, termasuk paha, dianggap memiliki profil risiko yang berbeda.

Dr. dr. Diana Sunuhadi, Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Airlangga, pernah menjelaskan dalam sebuah kesempatan bahwa lemak tubuh yang berlebihan memang tidak baik. Namun, distribusi lemak menjadi faktor penting. Beliau menekankan bahwa lemak yang menumpuk di perut lebih berbahaya. Dalam konteks paha, akumulasi lemak di sana, jika tidak berlebihan, bisa jadi tidak seberbahaya lemak perut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis seperti The Lancet Diabetes & Endocrinology pada tahun 2015, misalnya, telah menyoroti bahwa lingkar paha yang lebih kecil dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan semua penyebab. Studi ini menganalisis data dari ratusan ribu orang di seluruh dunia dan menemukan bahwa setiap penurunan 5 cm pada lingkar paha dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian 18% dari semua penyebab.

Namun, penting untuk dicatat bahwa ‘paha besar’ tidak secara otomatis berarti sehat. Ukuran paha yang besar bisa jadi merupakan hasil dari massa otot yang kuat, yang tentu saja berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Otot yang kuat membantu metabolisme, menjaga postur tubuh, dan mendukung fungsi fisik seiring bertambahnya usia. Sebaliknya, jika paha besar disebabkan oleh penumpukan lemak berlebih tanpa diimbangi massa otot, hal ini tetap bisa menjadi tanda risiko kesehatan.

Para ahli menekankan bahwa fokus seharusnya bukan hanya pada ukuran paha, melainkan pada komposisi tubuh secara keseluruhan. Keseimbangan antara massa otot dan lemak, serta distribusi lemak tubuh, adalah indikator kesehatan yang lebih akurat. Olahraga teratur yang melibatkan latihan kekuatan untuk membangun otot dan latihan kardio untuk kesehatan jantung sangat dianjurkan.

Selain itu, faktor gaya hidup lain seperti pola makan sehat, tidur cukup, dan manajemen stres juga memainkan peran krusial dalam menentukan harapan hidup. Mengandalkan satu aspek fisik seperti ukuran paha sebagai satu-satunya penentu umur panjang adalah penyederhanaan yang berlebihan terhadap kompleksitas kesehatan manusia.

Organisasi kesehatan dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara konsisten merekomendasikan pendekatan holistik terhadap kesehatan, yang mencakup diet seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Fokus pada kebiasaan sehat secara keseluruhan akan memberikan manfaat jangka panjang yang lebih signifikan daripada hanya memperhatikan satu bagian tubuh.

Para peneliti terus mendalami hubungan antara berbagai metrik tubuh dan hasil kesehatan. Perkembangan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana berbagai komponen tubuh berkontribusi pada kesejahteraan dan umur panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp