Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Green Jobs: Motor Penggerak Ekonomi Hijau dengan Prospek Cerah di Masa Depan

Oleh Destian September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sektor pekerjaan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, atau yang dikenal sebagai green jobs, diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat di masa depan. Konsep ini mencakup berbagai profesi yang berkontribusi pada pelestarian atau pemulihan lingkungan, mulai dari pengembangan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah yang inovatif.

Menurut laporan dari International Renewable Energy Agency (IRENA) yang dirilis pada awal 2024, sektor energi terbarukan saja telah menyerap jutaan lapangan kerja secara global. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan komitmen berbagai negara untuk bertransisi menuju ekonomi rendah karbon. Indonesia pun tidak ketinggalan dalam tren ini, dengan potensi besar pengembangan industri hijau.

Definisi green jobs sendiri merujuk pada pekerjaan di sektor pertanian, industri manufaktur, konstruksi, serta jasa yang berkontribusi secara signifikan untuk menjaga atau memulihkan kualitas lingkungan. Konsep ini tidak hanya terbatas pada pekerjaan yang secara langsung berkaitan dengan teknologi hijau, tetapi juga mencakup peran-peran pendukung dalam rantai nilai ekonomi berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, dalam berbagai kesempatan, kerap menekankan pentingnya pengembangan ekonomi hijau sebagai strategi jangka panjang Indonesia. Beliau menyatakan bahwa transisi ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dan lapangan kerja yang lebih baik.

Contoh konkret dari green jobs meliputi insinyur energi surya, teknisi turbin angin, spesialis pengelolaan air, ahli konservasi keanekaragaman hayati, pekerja daur ulang, konsultan keberlanjutan, hingga petani organik. Sektor-sektor seperti kendaraan listrik, bangunan hijau, dan teknologi penangkapan karbon juga turut membuka ceruk pekerjaan baru.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam publikasinya juga menyoroti bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat menciptakan hingga 24 juta lapangan kerja baru di seluruh dunia pada tahun 2030. Namun, ILO juga mengingatkan perlunya kebijakan yang tepat untuk memastikan transisi ini adil dan inklusif, serta tidak menimbulkan pengangguran struktural di sektor-sektor tradisional.

Di Indonesia, upaya pengembangan green jobs sejalan dengan target pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pemerintah melalui berbagai kementerian terkait terus mendorong investasi di sektor energi terbarukan dan industri ramah lingkungan, yang secara otomatis akan mendorong penciptaan lapangan kerja hijau.

Prospek green jobs ini tidak hanya menjanjikan dari sisi lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB. Dengan meningkatnya kesadaran global akan perubahan iklim dan urgensi pelestarian lingkungan, permintaan akan tenaga kerja terampil di sektor ini diproyeksikan akan terus melonjak.

Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada bagaimana Indonesia dapat secara optimal mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengisi ceruk pekerjaan ini melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan, serta kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri hijau.

Bagikan: Facebook X WhatsApp