Pemerintah Korea Selatan berencana menaikkan tarif masuk ke sejumlah destinasi wisata ikonik mulai tahun 2027. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan membiayai pelestarian situs-situs bersejarah serta budaya yang menjadi daya tarik utama negara tersebut.
Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk revitalisasi industri pariwisata pasca-pandemi. Juru bicara kementerian, seperti dilaporkan oleh Yonhap News Agency, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini dirasa perlu untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan dan pemeliharaan aset pariwisata yang semakin meningkat.
Beberapa lokasi yang diprediksi akan mengalami penyesuaian tarif meliputi istana-istana bersejarah di Seoul, seperti Gyeongbokgung dan Changdeokgung, serta situs warisan dunia UNESCO seperti Kuil Haeinsa dan Desa Tradisional Hahoe. Meskipun belum ada angka pasti mengenai besaran kenaikan tarif, sumber dari kementerian mengindikasikan bahwa penyesuaian akan dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta wisatawan.
Keputusan ini muncul setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi keuangan pengelolaan objek wisata. Kenaikan biaya operasional, termasuk pemeliharaan bangunan bersejarah, pengembangan fasilitas pengunjung, dan program pelestarian, menjadi faktor utama di balik usulan penyesuaian tarif. Selain itu, pemerintah juga berharap kenaikan tarif ini dapat membantu mengelola jumlah pengunjung agar lebih proporsional, sehingga pengalaman wisatawan tetap optimal dan pelestarian situs tetap terjaga.
Seorang pejabat dari Korea Tourism Organization (KTO), yang dikutip oleh Korea Herald, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan studi kelayakan untuk menentukan tarif baru yang adil dan kompetitif. KTO juga akan berkoordinasi dengan pengelola objek wisata di tingkat daerah untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan lancar. Rencananya, informasi detail mengenai daftar destinasi yang terkena dampak dan besaran tarif baru akan dirilis pada akhir tahun 2026.
Pihak berwenang menekankan bahwa sebagian dari pendapatan tambahan yang dihasilkan dari kenaikan tarif ini akan dialokasikan kembali untuk proyek-proyek konservasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini diharapkan tidak hanya menjaga keaslian situs-situs bersejarah, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dan atraksi bagi para pengunjung di masa mendatang.
Para pelaku industri pariwisata menyambut baik rencana ini, seraya berharap agar kenaikan tarif disertai dengan peningkatan kualitas layanan dan promosi destinasi yang lebih efektif. Mereka juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan opsi diskon khusus bagi pelajar, lansia, atau pengunjung lokal untuk menjaga aksesibilitas.
Pemerintah Korea Selatan akan terus membuka dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pariwisata dan perwakilan masyarakat, sebelum kebijakan ini final diberlakukan. Jadwal pasti mengenai pengumuman resmi besaran tarif baru dan daftar lengkap destinasi yang akan mengalami penyesuaian ditargetkan selesai pada kuartal keempat tahun 2026.
