Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspadai 7 Ciri Anak Terlalu Dimanjakan, Ini Panduan untuk Orang Tua

Oleh Destian September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Memanjakan anak adalah naluri alami orang tua, namun berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan mereka. Para ahli psikologi anak menyoroti tujuh ciri khas yang perlu diwaspadai orang tua untuk mencegah anak tumbuh menjadi pribadi yang kurang mandiri dan bertanggung jawab. Pemahaman mendalam mengenai ciri-ciri ini diharapkan dapat membantu orang tua melakukan koreksi pola asuh sejak dini.

Salah satu indikator utama anak yang terlalu dimanjakan adalah kesulitan dalam mengendalikan emosi. Menurut psikolog anak Dr. Astrid Wen, anak yang terbiasa keinginannya selalu dipenuhi cenderung mudah marah, frustrasi, atau tantrum ketika menghadapi penolakan atau kegagalan. Mereka belum belajar mekanisme koping yang sehat untuk menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.

Ciri kedua yang sering terlihat adalah kurangnya rasa tanggung jawab. Anak yang dimanjakan seringkali tidak terbiasa melakukan tugas rumah tangga sederhana atau bertanggung jawab atas barang-barangnya sendiri. Segala sesuatunya cenderung disiapkan dan dibereskan oleh orang tua, sehingga mereka tidak mengembangkan kemandirian dalam mengurus diri.

Selanjutnya, anak yang terlalu dimanjakan kerap menunjukkan sikap egois dan kurang empati. Pengamat perkembangan anak dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Ratih Ibrahim, dalam sebuah diskusi parenting yang disiarkan di kanal YouTube resmi universitas, pernah menyampaikan bahwa anak yang tidak pernah diajari berbagi atau mempertimbangkan perasaan orang lain cenderung lebih fokus pada kebutuhannya sendiri.

Ketergantungan yang berlebihan pada orang tua juga menjadi ciri penting. Anak-anak ini mungkin kesulitan membuat keputusan sendiri, bahkan untuk hal-hal kecil, dan selalu membutuhkan arahan atau bantuan dari orang tua. Mereka belum terbiasa menghadapi tantangan atau menyelesaikan masalah secara mandiri.

Selain itu, anak yang dimanjakan seringkali memiliki rasa percaya diri yang semu. Meskipun terlihat percaya diri di depan orang tua, rasa percaya diri mereka rapuh karena tidak dibangun di atas pencapaian pribadi atau kemampuan yang teruji. Mereka lebih terbiasa dipuji tanpa syarat ketimbang menerima umpan balik konstruktif.

Perilaku menuntut dan merasa berhak atas segalanya juga merupakan tanda bahaya. Anak-anak ini mungkin mengharapkan layanan instan dan tidak sabar menunggu giliran, karena mereka terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cepat. Sikap ini dapat berlanjut hingga dewasa dan mengganggu interaksi sosial serta profesional.

Terakhir, anak yang terlalu dimanjakan seringkali sulit menerima kritik atau masukan. Mereka cenderung defensif atau menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan, karena belum terbiasa menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Orang tua perlu mulai menerapkan batasan yang jelas dan konsisten untuk membantu anak mengembangkan karakter yang lebih kuat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp