Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspada ‘Hantu’ Listrik di Rumah Anda: Perangkat Sehari-hari yang Diam-diam Menguras Energi

Oleh Destian September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Banyak rumah tangga mungkin tidak menyadari bahwa beberapa perangkat elektronik yang digunakan sehari-hari ternyata menjadi ‘penyumbang’ terbesar dalam tagihan listrik bulanan. Fenomena ini sering disebut sebagai konsumsi listrik ‘standby’ atau ‘vampire power’, di mana perangkat tetap menarik daya meskipun dalam keadaan mati atau tidak digunakan secara aktif. Kesadaran akan perangkat-perangkat ini penting untuk menghemat energi dan mengurangi biaya operasional rumah tangga.

Menurut laporan dari Badan Energi Internasional (IEA), konsumsi listrik ‘standby’ dapat menyumbang hingga 10 persen dari total penggunaan listrik rumah tangga di banyak negara. Angka ini signifikan dan dapat dihindari dengan pemahaman yang tepat mengenai cara kerja perangkat elektronik modern.

Salah satu perangkat yang paling sering menjadi sumber kebocoran listrik adalah televisi. Meskipun dalam posisi ‘standby’ atau mati, televisi LED modern masih menarik daya untuk menjaga memori, menerima sinyal remote, atau menampilkan jam digital. Beberapa studi menunjukkan bahwa televisi yang dalam mode ‘standby’ dapat mengonsumsi daya antara 1 hingga 5 watt, yang jika diakumulasi sepanjang hari dan di banyak rumah, menjadi jumlah yang besar.

Perangkat lain yang juga menjadi perhatian adalah konsol permainan (game console). Perangkat ini seringkali dibiarkan dalam mode ‘standby’ agar siap digunakan kapan saja. Mode ini memungkinkan pembaruan otomatis, pengunduhan konten, atau bahkan fungsi ‘quick resume’. Namun, konsol permainan bisa mengonsumsi daya yang cukup besar, bahkan saat tidak aktif bermain, beberapa model dilaporkan mengonsumsi hingga 10-15 watt dalam mode standby.

Charger atau adaptor daya untuk berbagai perangkat seperti ponsel, laptop, dan tablet juga menjadi ‘hantu’ listrik yang perlu diwaspadai. Banyak charger yang terus menarik daya dari stopkontak bahkan ketika perangkat yang diisi dayanya sudah terlepas. Fenomena ini terjadi karena adanya komponen elektronik di dalam charger yang tetap aktif untuk mendeteksi koneksi.

Selain itu, perangkat rumah tangga dengan fitur ‘smart’ atau terhubung ke internet seperti smart TV, smart speaker, dan router Wi-Fi juga patut diperhatikan. Perangkat ini memerlukan daya terus-menerus untuk menjaga konektivitas jaringan, memproses perintah, atau melakukan pembaruan. Meskipun konsumsi dayanya per unit mungkin kecil, namun keberadaannya yang semakin banyak di rumah tangga modern dapat meningkatkan total konsumsi listrik secara keseluruhan.

Peralatan dapur tertentu yang memiliki jam digital atau fungsi ‘standby’ seperti microwave, oven listrik, dan mesin kopi juga berkontribusi pada konsumsi listrik yang tidak disadari. Lampu indikator atau layar digital yang terus menyala meskipun perangkat tidak sedang digunakan adalah indikasi adanya penarikan daya.

Untuk mengatasi masalah ini, para ahli energi menyarankan beberapa langkah praktis. Menggunakan stopkontak dengan sakelar untuk mematikan perangkat sepenuhnya saat tidak digunakan, mencabut charger dari stopkontak setelah digunakan, dan memilih perangkat elektronik yang memiliki label efisiensi energi tinggi adalah beberapa solusi efektif. Memilih mode hemat energi pada perangkat elektronik juga dapat membantu mengurangi konsumsi daya.

Pemerintah melalui berbagai lembaga terkait energi, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Indonesia, kerap mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup hemat energi. Upaya ini tidak hanya berdampak pada penghematan biaya rumah tangga tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan melalui pengurangan emisi karbon. Langkah selanjutnya yang perlu dipantau adalah efektivitas program edukasi publik dan kebijakan insentif bagi penggunaan perangkat hemat energi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp