Monday, 31 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Jajanan Merakyat: Antara Harga Murah dan Keamanan Pangan di Warung

Oleh Destian August 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Maraknya jajanan dengan harga terjangkau yang mudah ditemui di warung-warung belakangan ini memunculkan pertanyaan mendasar: seberapa aman konsumsi jajanan tersebut? Kualitas dan keamanan pangan seringkali berbanding lurus dengan harga, membuat jajanan yang terlalu murah menimbulkan kekhawatiran.

Fenomena ini menjadi sorotan, terutama mengingat banyak konsumen, termasuk anak-anak, yang berpotensi menjadi sasaran empuk jajanan murah ini. Kekhawatiran utama berkisar pada bahan-bahan yang digunakan, proses pengolahan, hingga higienitas penyimpanan.

Salah satu kekhawatiran yang paling sering diungkapkan adalah penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan atau melebihi batas aman. “Bisa jadi pewarna makanan yang digunakan itu bukan pewarna khusus pangan, atau pengawetnya yang berlebihan,” ujar Prof. Dr. Ir. Purwiyatno, seorang pakar keamanan pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lebih lanjut, Purwiyatno menekankan pentingnya sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai tolok ukur awal keamanan suatu produk pangan. “Produk yang sudah memiliki izin edar BPOM, apalagi yang berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia), tentu sudah melalui pengujian lebih ketat,” jelasnya.

Namun, tantangan terbesar justru muncul pada jajanan yang tidak memiliki label kemasan jelas maupun nomor registrasi BPOM. Jajanan jenis ini umumnya dijual langsung oleh pedagang kaki lima atau di warung-warung kecil tanpa proses sertifikasi yang memadai. “Pedagang kecil ini seringkali tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang standar keamanan pangan, atau mungkin juga mengabaikannya demi menekan biaya produksi,” tambah Purwiyatno.

Untuk mengantisipasi risiko, Purwiyatno menyarankan beberapa langkah preventif bagi konsumen. Pertama, perhatikan penampilan fisik jajanan. Hindari jajanan yang warnanya terlalu mencolok, teksturnya aneh, atau mengeluarkan bau menyimpang. Kedua, perhatikan kebersihan tempat penjualan. Pastikan penjual dan area sekitarnya terlihat higienis.

Selain itu, sebagai upaya edukasi publik, berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan keamanan pangan telah digelar. Salah satunya adalah yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian. Melalui program seperti “Pangan Aman untuk Keluarga Indonesia”, BKP berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih pangan yang aman.

“Kami terus mendorong agar para pelaku usaha pangan skala mikro, termasuk para pemilik warung, dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan,” kata Direktur Pengolahan dan Standarisasi Pangan BKP, Ir. Sri Sunanti, M.Si. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, hingga penyimpanan yang benar.

Meskipun isu keamanan jajanan murah terus mengemuka, kesadaran konsumen dan upaya edukasi dari berbagai pihak diharapkan dapat meminimalisir risiko. Konsumen memiliki peran penting dalam memilih jajanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga aman bagi kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp