Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin meninjau langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan medis bagi para korban, khususnya mereka yang mengalami cedera patah tulang, berjalan optimal.
Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengerahkan tim dokter spesialis ortopedi ke RSUD Ruteng. Keberadaan tim ahli ini sangat krusial mengingat banyaknya pasien yang membutuhkan penanganan khusus untuk cedera tulang, termasuk pasien dari kalangan anak-anak.
Selain memastikan ketersediaan tenaga medis spesialis, Kemenkes juga bergerak cepat dalam penyediaan fasilitas pendukung. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendirikan rumah sakit lapangan di dekat lokasi terdampak gempa. Pendirian rumah sakit lapangan ini diharapkan dapat memperluas kapasitas pelayanan dan menjangkau lebih banyak korban yang membutuhkan perawatan medis, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil atau sulit dijangkau.
Peninjauan Menteri Kesehatan ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan respons cepat dan memadai terhadap bencana alam. Fokus pada penanganan korban patah tulang, baik dewasa maupun anak-anak, menunjukkan prioritas Kemenkes dalam menangani dampak fisik yang paling mendesak akibat gempa.
RSUD Ruteng menjadi pusat perhatian dalam koordinasi penanganan medis ini, di mana segala upaya dikerahkan untuk memastikan setiap korban mendapatkan perawatan yang diperlukan. Kemenkes terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap memberikan dukungan tambahan jika dibutuhkan untuk penanganan pascagempa di NTT.
