Spotify mengumumkan kebijakan baru yang akan membedakan antara karya musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan musik yang diciptakan oleh seniman manusia. Mulai saat ini, lagu-lagu yang sepenuhnya dibuat oleh AI tidak akan lagi diprioritaskan dalam rekomendasi algoritma platform streaming musik tersebut secara default.
Perubahan ini merupakan respons Spotify terhadap kekhawatiran yang berkembang mengenai dampak AI dalam industri musik. Perusahaan berupaya untuk memastikan transparansi dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna serta mendukung para kreator manusia.
Dalam sebuah postingan blog yang dirilis pada hari Selasa, 16 April 2024, Spotify menjelaskan bahwa mereka akan mulai menandai musik yang dihasilkan oleh AI. Penandaan ini akan dilakukan dengan cara yang berbeda dari musik yang diproduksi oleh manusia. Hal ini bertujuan agar pendengar dapat membedakan dan membuat pilihan yang terinformasi mengenai konten yang mereka dengarkan.
Lebih lanjut, Spotify menyatakan bahwa konten yang dihasilkan AI tidak akan secara otomatis disertakan dalam daftar putar yang dipersonalisasi atau rekomendasi editorial. Keputusan ini diambil untuk menjaga integritas kurasi platform dan memastikan bahwa seniman manusia tetap mendapatkan visibilitas yang layak. Seperti yang diungkapkan oleh perwakilan Spotify, “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa penemuan musik di Spotify adil dan transparan bagi semua orang.”
Spotify juga akan bekerja sama dengan pembuat musik dan label rekaman untuk mengidentifikasi dan menandai musik yang dihasilkan AI. Proses ini diharapkan dapat berjalan secara bertahap. Perusahaan menekankan bahwa mereka tidak melarang musik AI sepenuhnya, tetapi akan menyesuaikan bagaimana musik tersebut disajikan kepada pengguna.
Selain itu, Spotify sedang menjajaki cara untuk memberikan kompensasi yang adil kepada pemegang hak cipta jika musik AI menggunakan sampel atau elemen dari karya yang sudah ada. Upaya ini sejalan dengan perkembangan pesat teknologi AI dan dampaknya yang semakin luas pada berbagai sektor kreatif, termasuk industri musik.
Kebijakan baru ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak serta apresiasi terhadap karya seniman manusia. Spotify menegaskan bahwa mereka terus memantau perkembangan AI dan akan menyesuaikan kebijakan mereka sesuai kebutuhan di masa mendatang.
