Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 14 Desember 2021, dilaporkan telah menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut. Sebanyak 794 Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi mengalami gangguan akibat bencana alam tersebut.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate pada Rabu, 15 Desember 2021, memberikan keterangan terbaru mengenai kondisi jaringan telekomunikasi pasca-gempa. Ia menjelaskan bahwa upaya pemulihan jaringan terus dilakukan secara intensif oleh para penyedia layanan telekomunikasi.
Hingga saat ini, perkembangan pemulihan menunjukkan progres yang positif. Sebanyak 683 dari total 794 BTS yang terdampak gempa dilaporkan telah berhasil beroperasi kembali. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 86% infrastruktur telekomunikasi yang sempat terganggu kini telah pulih dan dapat melayani masyarakat kembali.
Upaya pemulihan ini melibatkan tim teknis dari berbagai operator telekomunikasi yang sigap bergerak cepat untuk memperbaiki kerusakan. Fokus utama adalah mengembalikan layanan komunikasi agar masyarakat terdampak bencana dapat segera terhubung kembali dengan keluarga, kerabat, serta mengakses informasi penting terkait penanganan bencana.
Menkominfo Johnny G. Plate mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang berupaya memulihkan jaringan telekomunikasi secepat mungkin. Ia menekankan pentingnya ketersediaan akses komunikasi yang stabil, terutama dalam situasi darurat seperti pasca-gempa, untuk mendukung kelancaran upaya penyelamatan, evakuasi, dan distribusi bantuan.
