Sebuah atraksi wisata ternama di Malaysia dijadwalkan akan menutup operasionalnya sementara selama seminggu pada awal tahun 2027. Penutupan ini dilakukan untuk keperluan pemeliharaan rutin dan peningkatan fasilitas demi kenyamanan pengunjung di masa mendatang.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak manajemen Taman Laut Tunku Abdul Rahman (TAR Park) di Sabah, penutupan sementara ini akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 Januari 2027. Keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam mengenai kebutuhan infrastruktur taman laut tersebut.
TAR Park merupakan destinasi wisata bahari yang sangat populer, menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya. Taman laut ini terdiri dari lima pulau, yaitu Pulau Gaya, Pulau Sapi, Pulau Manukan, Pulau Mamutik, dan Pulau Sulug, yang menawarkan keindahan bawah laut serta aktivitas seperti snorkeling dan diving.
Seorang juru bicara dari Departemen Pariwisata Sabah, seperti dikutip oleh Bernama, menyatakan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas layanan di TAR Park. “Kami ingin memastikan bahwa pengunjung mendapatkan pengalaman terbaik saat mengunjungi taman laut kami, dan pemeliharaan berkala adalah kunci untuk mencapainya,” ujarnya.
Pihak pengelola juga mengimbau kepada para calon pengunjung yang berencana berlibur ke Sabah pada periode tersebut untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal operasional normal dan pemesanan tiket pasca-penutupan akan segera diumumkan melalui situs web resmi taman laut dan media sosial.
Penutupan sementara ini diharapkan tidak berdampak signifikan terhadap keseluruhan sektor pariwisata Sabah, mengingat masih banyak destinasi menarik lainnya yang tetap buka dan beroperasi seperti biasa. Namun, bagi para penggemar TAR Park, penutupan ini tentu memerlukan perencanaan ulang kunjungan.
Manajemen TAR Park menegaskan bahwa kegiatan pemeliharaan yang akan dilakukan mencakup perbaikan fasilitas umum, pembersihan area pantai, serta pemeriksaan dan perawatan ekosistem bawah laut yang menjadi daya tarik utama taman laut ini.
Pihak berwenang setempat dan pengelola taman laut akan terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran proses pemeliharaan dan pembukaan kembali taman laut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Perkembangan selanjutnya terkait persiapan pembukaan kembali diharapkan dapat dipantau melalui pengumuman resmi.
