Thursday, 13 August 2026
BREAKING
Berita

Ekonom BNI: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh Ishak August 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Meskipun dihadapkan pada gejolak ekonomi global yang tak menentu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal ini diungkapkan oleh ekonom dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang membeberkan sejumlah faktor pendukung di balik optimisme tersebut.

Analis Senior BNI, Ryan Kiryanto, dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia menjadi salah satu pilar utama yang menjaga fundamental ekonomi tetap solid. Ia menyoroti pencapaian inflasi yang terkendali, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga komoditas global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode tertentu menunjukkan tren inflasi yang relatif stabil dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Selain inflasi yang terkendali, Ryan juga menekankan pentingnya posisi neraca perdagangan Indonesia yang terus mencatatkan surplus signifikan. Kinerja ekspor yang positif, didorong oleh tingginya harga komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan mineral, telah membantu menjaga arus devisa negara tetap kuat. Surplus ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa, tetapi juga memberikan bantalan terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan tetap positif, meskipun melambat dari capaian sebelumnya, juga menjadi indikator penting. Bank Indonesia (BI) secara konsisten merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran yang sehat, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat serta investasi yang mulai menggeliat. Hal ini menunjukkan resiliensi ekonomi domestik terhadap perlambatan ekonomi global.

Pengelolaan fiskal yang hati-hati oleh pemerintah juga berkontribusi pada soliditas fundamental ekonomi. Meskipun ada kebutuhan untuk stimulus dan bantuan sosial, pemerintah berupaya menjaga defisit anggaran tetap dalam batas yang dapat dikelola. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih berada pada level yang relatif aman dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Faktor lain yang turut memperkuat fundamental ekonomi adalah stabilitas sistem keuangan. Sektor perbankan Indonesia dinilai sehat dengan rasio kecukupan modal yang memadai dan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan mampu menyerap potensi guncangan ekonomi tanpa menimbulkan krisis sistemik.

Namun, para ekonom mengingatkan bahwa tantangan global seperti ketegangan geopolitik, kenaikan suku bunga acuan bank sentral negara maju, dan potensi perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama tetap perlu dicermati. Kewaspadaan dan kebijakan yang adaptif akan terus menjadi kunci untuk mempertahankan momentum positif ekonomi Indonesia.

Dengan fondasi yang kokoh tersebut, Indonesia diharapkan mampu melewati periode ketidakpastian ekonomi global dengan lebih baik. Upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat sektor riil, dan meningkatkan iklim investasi akan menjadi penentu keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp