Thursday, 13 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Radang Usus Buntu: Bukan Sekadar Biji Cabai, Ini Penyebab dan Pencegahannya

Oleh Destian August 13, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Appendicitis atau radang usus buntu, kondisi yang baru-baru ini ramai dibicarakan karena dialami oleh beberapa selebgram yang menjalani pengobatan di Penang, ternyata memiliki penyebab yang lebih kompleks dari sekadar anggapan umum. Mitos yang beredar luas bahwa makan biji cabai menjadi pemicu utama penyakit ini perlu diluruskan.

Faktanya, radang usus buntu merupakan peradangan yang terjadi pada organ kecil berbentuk jari yang menempel pada usus besar, yang dikenal sebagai apendiks. Penyebab utamanya adalah penyumbatan pada lubang apendiks. Sumbatan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bukan hanya biji cabai.

Menurut dr. Yustina Herawati, Sp.PD, FINASIM, spesialis penyakit dalam, penyumbatan tersebut sering kali dipicu oleh penumpukan feses yang mengeras, pembesaran kelenjar getah bening di dinding usus, atau bahkan pertumbuhan tumor di apendiks. “Biji cabai itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan radang usus buntu, tetapi bisa menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada penyumbatan jika ada kondisi lain yang mendasarinya,” jelas dr. Yustina.

Gejala appendicitis umumnya muncul secara bertahap. Dimulai dari nyeri di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri ini bisa semakin parah saat batuk, berjalan, atau bergerak. Gejala lain yang menyertai meliputi mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam ringan, dan perut kembung.

Meskipun penyebab pasti radang usus buntu tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko. Menjaga pola makan sehat dan kaya serat sangat penting untuk mencegah sembelit dan penumpukan feses. Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Selain itu, minum air putih yang cukup juga berperan dalam melancarkan pencernaan.

Penting untuk diingat bahwa appendicitis adalah kondisi medis serius yang memerlukan penanganan segera. Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada radang usus buntu, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat, yang seringkali melibatkan tindakan operasi pengangkatan apendiks (apendektomi), dapat mencegah komplikasi yang lebih berbahaya seperti pecahnya usus buntu yang bisa mengancam jiwa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp