Thursday, 13 August 2026
BREAKING
Teknologi

Satelit Pemantul Matahari Baru Picu Kekhawatiran Astronom Internasional

Oleh Achmad August 13, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah satelit eksperimental baru yang disetujui oleh Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat bulan lalu tengah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas astronomi global. Satelit yang bernama ‘Solarx-1’ ini dirancang untuk memantulkan cahaya matahari, sebuah konsep yang dianggap berpotensi mengganggu pengamatan langit malam.

Para astronom khawatir bahwa cahaya tambahan yang dipantulkan oleh Solarx-1 dapat menciptakan jejak terang di langit, yang dikenal sebagai ‘light pollution’, dan mengganggu studi mendalam terhadap objek-objek langit redup. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi observatorium yang mengandalkan kegelapan langit untuk penelitian sensitif.

Proyek ini diajukan oleh perusahaan bernama ‘Laguna’, yang mengklaim satelit tersebut akan menjadi ‘cermin luar angkasa’ pertama di dunia. Tujuannya adalah untuk menciptakan efek pencahayaan yang dapat dilihat dari Bumi, dan secara teoritis, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk demonstrasi teknologi atau bahkan pencitraan permukaan Bumi.

Namun, kekhawatiran terbesar datang dari potensi dampak yang tidak terkendali. Dr. Anya Sharma, seorang astrofisikawan terkemuka, menyatakan keprihatinannya dalam sebuah pernyataan tertulis, “Kehadiran satelit pemantul cahaya matahari dalam jumlah besar dapat secara permanen mengubah lanskap langit malam kita. Ini bukan hanya masalah estetika, tetapi juga ancaman serius bagi sains.” Ia menambahkan bahwa “perlu ada regulasi internasional yang ketat sebelum teknologi semacam ini diluncurkan.”

Badan antariksa dari berbagai negara, termasuk European Space Agency (ESA), dilaporkan sedang memantau perkembangan ini dengan cermat. Sumber internal ESA mengungkapkan bahwa badan tersebut sedang mengevaluasi potensi dampak Solarx-1 terhadap teleskop berbasis darat maupun antariksa mereka. Diskusi awal telah dimulai mengenai perlunya pedoman global untuk satelit yang berpotensi menimbulkan polusi cahaya.

Meskipun FCC telah memberikan persetujuan, proses perizinan untuk peluncuran satelit ini masih membutuhkan tinjauan lebih lanjut, termasuk analisis dampak lingkungan dan dampak terhadap penggunaan spektrum radio. Keputusan akhir diharapkan akan diambil dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan meningkatnya tekanan dari komunitas ilmiah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp