Menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, sebuah praktik yang umum dilakukan banyak orang, ternyata menyimpan potensi risiko tersembunyi. Bentuk dan cara penggunaan yang keliru dapat berdampak buruk pada kesehatan gusi dan gigi.
Dr. drg. Annisa Rizkyana, Sp. Perio(K), spesialis penyakit gusi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), menjelaskan bahwa tusuk gigi, terutama yang terbuat dari bahan keras dan runcing, berpotensi melukai jaringan lunak di sekitar gigi. “Tusuk gigi itu kan ujungnya lancip, bahan keras. Sangat berisiko kalau dipakai untuk membersihkan sela-sela gigi. Bisa melukai gusi, bahkan sampai ke jaringan pendukung gigi,” ujar Dr. Annisa dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta pada Kamis (23/5/2024).
Beliau menekankan pentingnya penggunaan alat pembersih sela gigi yang tepat. “Idealnya, kita pakai alat yang memang didesain untuk itu, seperti benang gigi (dental floss) atau sikat interdental (interdental brush),” tambahnya. Alat-alat ini dirancang untuk membersihkan area yang sulit dijangkau tanpa menimbulkan trauma pada gusi.
Risiko penggunaan tusuk gigi yang salah tidak hanya terbatas pada luka fisik. Kebiasaan ini juga dapat memicu masalah kesehatan gigi dan mulut yang lebih serius jika dilakukan secara terus-menerus. Dr. Annisa mengingatkan bahwa selain melukai gusi, penggunaan tusuk gigi yang kasar juga bisa merusak email gigi, lapisan terluar gigi yang berfungsi sebagai pelindung.
Meskipun tusuk gigi sering dianggap sebagai solusi cepat untuk menghilangkan sisa makanan yang tersangkut, dampaknya jangka panjangnya perlu diwaspadai. Para ahli menyarankan agar masyarakat beralih ke metode pembersihan sela gigi yang lebih aman dan direkomendasikan oleh profesional kesehatan gigi. Konsultasi dengan dokter gigi secara rutin juga penting untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai perawatan kebersihan mulut yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
