Thursday, 6 August 2026
BREAKING
Teknologi

Citra Matahari Paling Detail Ungkap Fenomena Langka

Oleh Achmad August 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Citra terbaru dari Matahari berhasil menangkap detail permukaan bintang kita dengan ketajaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pita-pita keemasan dan pusaran berputar yang sebelumnya hanya terdeteksi secara tidak langsung, kini terekam jelas, memecahkan misteri yang telah membingungkan para ilmuwan selama puluhan tahun.

Gambar-gambar revolusioner ini berasal dari High Resolution Coronal Imager (Hi-C) yang dipasang pada roket sounding, sebuah instrumen yang dirancang khusus untuk menangkap fenomena matahari pada skala terkecil yang pernah diamati. Selama penerbangan singkatnya pada 29 Juli 2022, Hi-C mampu merekam detail dengan resolusi sepuluh kali lebih baik dibandingkan instrumen sebelumnya.

Salah satu penemuan paling signifikan adalah penampakan pita-pita plasma yang sangat panas, dikenal sebagai ‘filamen’, yang membentang sepanjang 10.000 kilometer di atmosfer matahari. Pita-pita ini bergerak dengan kecepatan luar biasa, mencapai 100 kilometer per detik, dan terus berubah bentuk. “Filamen tersebut seperti sungai lava yang mengalir di atas permukaan Matahari,” jelas Dr. Tom Williams, seorang peneliti dari National Astronomical Observatory of Japan yang terlibat dalam penelitian ini.

Selain itu, Hi-C juga berhasil memotret pusaran plasma yang berputar, yang dikenal sebagai ‘aliran jet’. Fenomena ini, yang ukurannya hanya beberapa ratus kilometer, diperkirakan memainkan peran penting dalam memanaskan atmosfer luar Matahari, atau korona, hingga jutaan derajat Celsius. “Kami telah mengamati aliran jet ini sebelumnya, namun tidak pernah sedetail ini. Kami dapat melihat bagaimana mereka memanaskan dan mempercepat plasma di sekitarnya,” ujar Dr. Emily Johnson, seorang astrofisikawan dari University of Central Lancashire.

Data yang dikumpulkan oleh Hi-C memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya tentang dinamika kompleks Matahari. Para ilmuwan berharap temuan ini akan membantu mereka memahami lebih baik bagaimana energi dilepaskan dari permukaan Matahari dan bagaimana fenomena ini dapat memengaruhi cuaca antariksa serta teknologi di Bumi. Penelitian yang menggunakan data Hi-C ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy.

Bagikan: Facebook X WhatsApp