Monday, 17 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Waspadai Cedera Saat Merayakan Hari Kemerdekaan: Lomba Agustusan Bukan Tanpa Risiko

Oleh Destian August 17, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tak lepas dari kemeriahan lomba-lomba khas Agustusan. Namun, di balik euforia dan tawa, terselip risiko cedera yang seringkali terabaikan. Berbagai aktivitas fisik yang dilakukan, mulai dari panjat pinang hingga balap karung, dapat berpotensi menimbulkan luka jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Salah satu cedera yang umum terjadi adalah keseleo atau terkilir. Hal ini seringkali dialami peserta saat berlari dalam balap karung atau saat mendarat kurang sempurna usai melompat dalam lomba lainnya. Keseleo dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut, bahkan pergelangan tangan, tergantung pada gerakan yang dilakukan.

Selain itu, risiko terbentur atau tergores juga patut diwaspadai. Dalam lomba seperti tarik tambang, misalnya, gesekan tali yang keras dengan tangan bisa menyebabkan luka lecet. Benturan antar peserta, terutama dalam lomba yang melibatkan banyak orang seperti balap bakiak, juga dapat mengakibatkan memar atau luka yang lebih serius.

Cedera otot, seperti kram atau bahkan ketegangan otot, juga kerap menghampiri peserta. Aktivitas mendadak yang membutuhkan tenaga ekstra, seperti saat memanjat tiang pinang yang licin, bisa memicu otot bekerja di luar batas normalnya. “Kram kaki bisa terjadi tiba-tiba, apalagi kalau kita kurang pemanasan,” ujar seorang peserta lomba balap karung, Ani (35), yang pernah merasakan nyeri hebat akibat kram saat pertandingan berlangsung.

Lebih jauh, cedera yang lebih serius seperti patah tulang bukan tidak mungkin terjadi, meskipun jarang. Jatuh dari ketinggian saat lomba panjat pinang atau kecelakaan saat perlombaan yang melibatkan kendaraan kecil, seperti sepeda hias, bisa berujung pada patah tulang. “Kami selalu menekankan pentingnya keselamatan, tapi kadang antusiasme peserta membuat mereka lupa akan risiko,” kata panitia lomba Agustusan di sebuah RW di Jakarta Selatan, Budi (42).

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, baik panitia maupun peserta, untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan. Melakukan pemanasan ringan sebelum lomba, memastikan area lomba aman dari benda berbahaya, serta menyediakan petugas medis yang siap siaga adalah langkah-langkah krusial untuk meminimalkan risiko cedera. Dengan begitu, kemeriahan Agustusan dapat dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp