Praktik diet ketat yang seringkali menjadi pilihan untuk menurunkan berat badan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang signifikan, salah satunya adalah timbulnya bau mulut. Fenomena ini, sebagaimana diungkapkan oleh para ahli gizi, merupakan indikasi adanya ketidakseimbangan asupan nutrisi yang perlu diwaspadai. Menjaga keseimbangan gizi menjadi kunci utama agar proses penurunan berat badan tidak mengorbankan kesehatan secara keseluruhan.
Menurut Dr. Juwita J. M. M. Si, RD, seorang ahli gizi, salah satu penyebab utama bau mulut akibat diet ketat adalah proses ketosis. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan karbohidrat sebagai sumber energi utama, sehingga beralih membakar lemak. Proses pembakaran lemak ini menghasilkan keton, senyawa yang memiliki bau khas dan dapat tercium dari napas.
Lebih lanjut, Dr. Juwita menjelaskan bahwa diet yang terlalu membatasi asupan makanan, terutama kelompok karbohidrat dan lemak sehat, dapat memicu defisiensi mikronutrien. Mikronutrien, seperti vitamin dan mineral, sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kekurangan mikronutrien tertentu dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memengaruhi produksi air liur, yang berperan dalam membersihkan mulut dari sisa makanan dan bakteri penyebab bau.
Ia menekankan pentingnya pendekatan diet yang holistik dan berkelanjutan. “Saat melakukan diet, kita tidak hanya fokus pada pengurangan kalori, tetapi juga memastikan asupan semua zat gizi makro dan mikro tetap terpenuhi,” ujar Dr. Juwita. Hal ini berarti bahwa meskipun mengurangi porsi atau jenis makanan tertentu, tubuh tetap harus mendapatkan vitamin, mineral, protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks dalam jumlah yang memadai.
Oleh karena itu, para ahli gizi menyarankan agar individu yang sedang menjalani program penurunan berat badan untuk berkonsultasi dengan profesional. Konsultasi ini penting untuk merancang rencana diet yang aman, efektif, dan tidak menimbulkan efek samping negatif seperti bau mulut atau kekurangan nutrisi. Pendekatan yang seimbang dan terencana akan memastikan bahwa tujuan penurunan berat badan tercapai tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
