Monday, 10 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspadai 5 Pemicu Umum Sariawan pada Anak, Ini Saran Ahli untuk Orang Tua

Oleh Destian August 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sariawan atau stomatitis aphthosa merupakan kondisi umum yang sering dialami anak-anak, menimbulkan rasa nyeri dan mengganggu aktivitas makan serta minum. Memahami penyebabnya adalah langkah awal bagi orang tua untuk mencegah dan mengatasi keluhan ini.

Dokter spesialis anak, dr. Ardiansyah, Sp.A., dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia pada 28 April 2026, menjelaskan bahwa sariawan pada anak umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. “Penting bagi orang tua untuk mengenali pemicu sariawan agar bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.

Salah satu penyebab paling umum adalah cedera fisik pada lapisan mulut. Gigitan yang tidak disengaja pada bibir, pipi bagian dalam, atau lidah saat makan atau bermain dapat memicu terbentuknya luka yang kemudian berkembang menjadi sariawan. Kebiasaan menggigit-gigit bibir atau bagian dalam mulut, terutama saat anak merasa cemas, juga bisa menjadi pemicu.

Selain itu, kekurangan nutrisi tertentu juga berperan. Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan asam folat telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sariawan. Ahli gizi, dalam artikel yang diterbitkan oleh Alodokter pada 15 Maret 2025, menekankan pentingnya asupan makanan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan selaput lendir mulut anak.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah stres emosional. Anak-anak yang mengalami tekanan, kecemasan, atau perubahan emosional yang signifikan terkadang menunjukkan gejala fisik seperti sariawan. Kondisi ini seringkali membaik seiring dengan meredanya stres yang dialami anak.

Infeksi virus, seperti virus Coxsackie yang menyebabkan penyakit tangan, kaki, dan mulut, juga dapat memicu munculnya luka di mulut yang menyerupai sariawan. Gejala lain seperti demam dan ruam pada tangan dan kaki biasanya menyertai infeksi virus ini, seperti yang dijelaskan dalam situs kesehatan Halodoc pada 10 Februari 2025.

Terakhir, reaksi terhadap makanan tertentu atau bahan kimia dalam produk perawatan mulut juga bisa menjadi penyebab. Makanan pedas, asam, atau buah-buahan tertentu terkadang dapat mengiritasi lapisan mulut yang sensitif. Beberapa anak juga mungkin sensitif terhadap kandungan dalam pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS).

Orang tua disarankan untuk memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, menjaga kebersihan mulut, dan mengamati apakah ada makanan atau situasi tertentu yang memicu timbulnya sariawan. Jika sariawan sering kambuh atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, konsultasi dengan dokter anak sangat disarankan untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp