Saturday, 1 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Snackpacking: Tren Wisata Kuliner Pasar Tradisional yang Makin Populer

Oleh Destian August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Konsep ‘snackpacking’ tengah menjadi tren baru di kalangan wisatawan yang gemar berburu kuliner otentik. Aktivitas ini mengajak pelancong untuk menjelajahi pasar tradisional, bukan sekadar mencari oleh-oleh, melainkan fokus pada pengalaman mencicipi jajanan lokal yang beragam dan unik. Tren ini memanfaatkan daya tarik pasar sebagai pusat kebudayaan kuliner suatu daerah.

Snackpacking pada dasarnya adalah gabungan dari kata ‘snack’ (camilan) dan ‘backpacking’ (bertualang dengan ransel), yang menyiratkan perjalanan santai namun penuh eksplorasi. Para pelakunya berkeliling pasar, dari satu lapak ke lapak lain, untuk mencicipi berbagai macam jajanan khas yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain.

Menurut berbagai laporan perjalanan dan ulasan kuliner, pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Lama Tangerang, atau bahkan pasar-pasar di daerah pedesaan, menjadi destinasi favorit bagi para ‘snackpacker’. Mereka tidak hanya mencari rasa, tetapi juga cerita di balik setiap jajanan, mulai dari resep turun-temurun hingga bahan-bahan lokal yang digunakan.

Praktik snackpacking ini juga didukung oleh maraknya konten kuliner di media sosial. Influencer dan food vlogger seringkali membagikan pengalaman mereka berburu jajanan pasar, lengkap dengan rekomendasi tempat dan jenis makanan yang wajib dicoba. Hal ini turut mendorong minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencoba sendiri.

Banyak pedagang kecil di pasar tradisional merasakan dampak positif dari tren ini. Peningkatan jumlah pengunjung yang tertarik mencicipi jajanan mereka memberikan peluang ekonomi baru. Beberapa pedagang bahkan mulai berinovasi dengan kemasan atau cara penyajian agar lebih menarik bagi wisatawan.

Pengamat pariwisata, seperti yang dikutip oleh beberapa media nasional, melihat snackpacking sebagai bentuk pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan. Tren ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha kuliner lokal, tetapi juga membantu melestarikan keberagaman kuliner tradisional Indonesia yang kaya.

Untuk memaksimalkan pengalaman snackpacking, disarankan untuk datang pada pagi atau sore hari ketika pasar sedang ramai dan jajanan masih segar. Membawa uang tunai dalam jumlah cukup juga penting, mengingat banyak pedagang kecil yang belum sepenuhnya beralih ke pembayaran digital.

Ke depan, diharapkan akan ada lebih banyak inisiatif dari pemerintah daerah atau pegiat pariwisata untuk mempromosikan pasar tradisional sebagai destinasi snackpacking unggulan, lengkap dengan panduan kuliner dan peta jajanan khas yang dapat diakses oleh wisatawan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp