Saturday, 1 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Sukun: Potensi ‘Superfood’ Lokal Indonesia dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Oleh Destian August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sukun, buah tropis yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, kini mulai dilirik sebagai potensi ‘superfood’ berkat kandungan nutrisinya yang kaya. Buah yang memiliki nama ilmiah Artocarpus altilis ini dipercaya memiliki beragam manfaat kesehatan yang signifikan, mulai dari sumber energi hingga potensi pencegahan penyakit kronis.

Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh berbagai institusi, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), menunjukkan bahwa sukun kaya akan karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi berkelanjutan. Selain itu, buah ini juga mengandung protein, serat pangan, vitamin (seperti vitamin C dan beberapa vitamin B), serta mineral penting seperti kalium dan magnesium.

Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan dan Hortikultura, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, M.S., dalam sebuah kesempatan pernah menyoroti potensi sukun sebagai pangan alternatif. Menurutnya, sukun memiliki keunggulan karena dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan dan musim, menjadikannya komoditas yang relatif mudah dibudidayakan di Indonesia.

Manfaat serat pangan yang tinggi dalam sukun sangat krusial bagi kesehatan pencernaan. Serat membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, serta berkontribusi pada rasa kenyang lebih lama, yang berpotensi membantu dalam pengelolaan berat badan. Dikutip dari Kementerian Pertanian, serat juga berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Lebih lanjut, kandungan antioksidan dalam sukun, meskipun belum sebanyak buah beri superfood impor, tetap berkontribusi dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas diketahui dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penuaan dini serta berbagai penyakit degeneratif. Potensi sukun sebagai agen anti-inflamasi juga tengah diteliti lebih mendalam.

Pemanfaatan sukun tidak terbatas pada konsumsi langsung setelah diolah. Tepung sukun, misalnya, mulai dikembangkan sebagai alternatif tepung terigu, yang dapat menjadi pilihan bagi penderita intoleransi gluten atau celiac disease. Inovasi produk olahan sukun ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi dan daya saingnya di pasar domestik maupun internasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong diversifikasi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras. Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, dalam beberapa pernyataannya kerap menekankan pentingnya mengangkat kembali potensi pangan nusantara seperti sukun untuk ketahanan pangan nasional.

Dengan potensi yang terus terungkap, langkah selanjutnya yang perlu dipantau adalah bagaimana riset ilmiah ini dapat diterjemahkan menjadi program nyata, mulai dari peningkatan budidaya, pengembangan teknologi pengolahan, hingga kampanye edukasi publik mengenai manfaat sukun sebagai bagian dari pola makan sehat dan berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp