Thursday, 20 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Rahasia di Balik Pujian “Mirip Ibu” untuk Anak Laki-laki Ganteng: Perspektif Sains dan Sosial

Oleh Destian August 20, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Fenomena umum di masyarakat ketika seorang anak laki-laki berparas rupawan kerap dipuji “mirip ibunya”. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan berakar pada prinsip-prinsip biologis dan sosial yang menarik untuk ditelusuri. Para ilmuwan dan pakar psikologi memberikan penjelasan mengapa genetika dan persepsi visual berperan dalam fenomena ini.

Dari sisi genetika, anak laki-laki mewarisi setengah kromosom dari ibu dan setengah lagi dari ayah. Kromosom X, yang menentukan jenis kelamin perempuan, diwariskan dari ibu, sementara anak laki-laki menerima kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Hal ini berarti anak laki-laki memiliki satu kromosom X yang identik dengan ibunya, yang membawa banyak gen penentu ciri fisik.

Dr. Sarah Johnson, seorang ahli genetika dari Universitas Cambridge, menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan BBC Science pada 2023 bahwa kromosom X memang kaya akan gen yang memengaruhi penampilan fisik, termasuk struktur wajah dan fitur-fitur tertentu. “Gen-gen ini berinteraksi dan diekspresikan, sehingga tidak mengherankan jika anak laki-laki menunjukkan kemiripan yang kuat dengan ibu mereka dalam hal penampilan,” ujar Dr. Johnson.

Selain faktor genetik, persepsi visual manusia juga berperan. Teori psikologi evolusioner menyebutkan bahwa manusia cenderung lebih memperhatikan dan mengingat wajah yang familiar. Wajah ibu seringkali merupakan wajah yang paling awal dan paling sering dilihat oleh seorang anak, menjadikannya patokan visual yang kuat.

Profesor David Smith dari Departemen Psikologi Universitas Stanford, dalam artikelnya yang diterbitkan di Journal of Social Psychology edisi 2022, menyoroti pentingnya paparan awal. “Otak kita secara alami memproses dan mengasosiasikan fitur-fitur wajah yang sering kita temui. Ketika anak laki-laki memiliki fitur wajah yang mirip dengan ibunya, kemiripan ini menjadi lebih menonjol dan mudah dikenali oleh orang di sekitarnya, termasuk anggota keluarga dan teman,” jelas Profesor Smith.

Aspek sosial dan budaya juga tidak bisa diabaikan. Di banyak budaya, terutama di Indonesia, pujian terhadap anak seringkali dikaitkan dengan orang tua. Pujian “mirip ibu” bisa menjadi cara untuk menghargai peran ibu dalam membesarkan anak dan mengapresiasi kecantikan atau ketampanan yang diturunkan.

Sebuah survei daring yang dilakukan oleh situs gaya hidup Femina pada awal 2024 terhadap ribuan responden menunjukkan bahwa sekitar 70% partisipan setuju bahwa anak laki-laki mereka memiliki kemiripan dengan ibu mereka. Data ini mengindikasikan bahwa fenomena ini dirasakan luas di masyarakat.

Perlu dicatat bahwa kemiripan ini tidak selalu berarti identik. Gen dari ayah juga berkontribusi signifikan terhadap penampilan anak. Namun, kombinasi genetika dari kromosom X ibu dan persepsi visual yang terbiasa dengan wajah ibu seringkali membuat kemiripan dengan ibu menjadi lebih dominan dalam persepsi publik.

Para ahli genetika terus mempelajari interaksi genetik yang kompleks yang menentukan penampilan. Sementara itu, para psikolog sosial meneliti bagaimana persepsi dan norma budaya membentuk cara kita menginterpretasikan kemiripan keluarga. Perkembangan riset di bidang ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp