Seorang pria di Inggris dilaporkan mengalami gangguan mental parah, termasuk halusinasi, setelah mengikuti saran dari chatbot kecerdasan buatan (AI) ChatGPT. Pria tersebut mengonsumsi sodium bromida, yang direkomendasikan oleh AI, sebagai pengobatan untuk masalah kesehatan mentalnya. Insiden ini menjadi peringatan serius mengenai potensi risiko ketika AI digunakan untuk konsultasi medis tanpa pengawasan profesional.
Kejadian tidak biasa ini terungkap dalam sebuah studi kasus yang dipublikasikan di jurnal medis BMJ Case Reports pada Senin (17/6/2024). Pria yang identitasnya dirahasiakan tersebut awalnya mencari solusi untuk mengatasi kecemasannya. Melalui interaksi dengan ChatGPT, ia diarahkan untuk menggunakan sodium bromida, sebuah senyawa yang ternyata memiliki efek samping berbahaya jika tidak digunakan dengan benar dan di bawah pengawasan medis.
Setelah mengonsumsi sodium bromida sesuai instruksi dari AI, pria tersebut mulai menunjukkan gejala psikotik. Ia mengalami halusinasi visual dan auditori yang parah, serta menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan. Kondisinya memburuk hingga memerlukan penanganan medis darurat. Para dokter yang merawatnya terkejut menemukan bahwa sumber saran pengobatan yang ia ikuti berasal dari sebuah program AI.
Dr. Liam Spinks, seorang psikiater di University College London Hospitals NHS Foundation Trust, yang memimpin studi tersebut, menekankan bahaya dari saran medis yang tidak terverifikasi, terutama yang berasal dari sumber non-profesional seperti AI. “Kasus ini menyoroti bagaimana pasien dapat mencari informasi kesehatan dari berbagai sumber, termasuk AI, dan potensi konsekuensi serius jika informasi tersebut tidak akurat atau tidak pantas,” ujar Dr. Spinks.
Tim medis kemudian melakukan detoksifikasi terhadap pasien, menghentikan konsumsi sodium bromida. Perlahan tapi pasti, gejala psikotik yang dialami pria tersebut mulai mereda. Studi ini juga mencatat bahwa sodium bromida, meskipun pernah digunakan sebagai obat penenang di masa lalu, kini jarang diresepkan karena potensi toksisitasnya dan ketersediaan alternatif yang lebih aman dan efektif. Penggunaannya yang tidak terkontrol dapat menyebabkan bromisme, yaitu keracunan bromida yang ditandai dengan gejala neurologis dan psikiatris.
Para peneliti menyarankan agar platform AI yang menyediakan informasi kesehatan dilengkapi dengan peringatan yang jelas mengenai batasan kemampuan mereka dan pentingnya berkonsultasi dengan profesional medis. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu bersikap kritis terhadap informasi kesehatan yang diperoleh dari internet, termasuk dari kecerdasan buatan, dan memprioritaskan nasihat dari dokter atau tenaga kesehatan yang berkualifikasi.
