Saturday, 8 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Piramida Meroe di Sudan Terancam Hancur Akibat Konflik Bersenjata

Oleh Destian August 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Piramida Meroe, situs warisan dunia UNESCO yang menjadi saksi bisu peradaban Kerajaan Kush di Sudan, kini menghadapi ancaman serius terhadap kelestariannya akibat konflik bersenjata yang berkecamuk di negara tersebut. Bangunan-bangunan bersejarah yang telah berdiri ribuan tahun ini dilaporkan mengalami kerusakan dan terancam hancur akibat pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF).

Situs arkeologi Meroe, yang terletak di negara bagian Sungai Nil, Sudan, merupakan kompleks makam kerajaan yang diperkirakan dibangun antara abad ke-8 SM hingga abad ke-4 Masehi. Situs ini terkenal dengan ratusan piramida yang memiliki gaya arsitektur unik, berbeda dari piramida Mesir. Keunikan inilah yang menjadikannya sebagai salah satu situs paling penting dalam sejarah Afrika kuno dan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2011.

Peringatan mengenai ancaman terhadap situs Meroe pertama kali muncul dari berbagai laporan media dan pernyataan lembaga terkait sejak konflik antara SAF dan RSF meletus pada April 2023. Pertempuran yang intens di berbagai wilayah Sudan, termasuk yang berdekatan dengan situs-situs bersejarah, menimbulkan kekhawatiran besar bagi para arkeolog dan pelestari warisan budaya.

Menurut laporan dari beberapa sumber, termasuk media lokal Sudan dan laporan dari organisasi internasional yang memantau konflik, situs Meroe telah terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Ada laporan mengenai penggunaan area di sekitar situs sebagai pos militer atau jalur pergerakan pasukan, yang meningkatkan risiko kerusakan akibat tembakan artileri atau pertempuran darat.

Direktur Jenderal Lembaga Purbakala dan Museum Nasional Sudan, Dr. Abdelgadir Mahmoud, dalam beberapa kesempatan telah menyuarakan keprihatinannya. Ia menekankan bahwa situs-situs bersejarah seperti Meroe sangat rentan terhadap kerusakan akibat konflik bersenjata. Selain ancaman langsung dari pertempuran, situs ini juga berisiko mengalami penjarahan atau kerusakan akibat terputusnya perawatan dan pengawasan.

Pihak UNESCO sendiri telah berulang kali menyerukan agar semua pihak yang bertikai di Sudan menghormati dan melindungi warisan budaya negara tersebut, termasuk situs-situs yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. UNESCO mengingatkan bahwa perlindungan situs budaya adalah kewajiban berdasarkan Konvensi Den Haag tahun 1954 tentang Perlindungan Kekayaan Budaya dalam Kasus Konflik Bersenjata.

Meski belum ada laporan rinci mengenai kerusakan struktural spesifik pada piramida-piramida Meroe akibat serangan langsung, para ahli khawatir bahwa eskalasi konflik dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Potensi kerusakan tidak hanya terbatas pada bangunan piramida itu sendiri, tetapi juga pada artefak dan situs arkeologi lainnya yang tersebar di wilayah tersebut.

Saat ini, perhatian internasional tertuju pada upaya mediasi untuk mengakhiri konflik di Sudan. Kelanjutan pertempuran akan semakin memperbesar risiko terhadap kelangsungan hidup warisan budaya yang tak ternilai harganya ini. Para pemangku kepentingan berharap agar gencatan senjata yang berkelanjutan dapat tercapai, memungkinkan dilakukannya penilaian kerusakan secara menyeluruh dan dimulainya upaya restorasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp