Saturday, 8 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Pentingnya Kenali 5 Tanda Bayi Siap MPASI untuk Perkembangan Optimal

Oleh Destian August 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Memasuki usia enam bulan, bayi mulai membutuhkan nutrisi tambahan di luar ASI eksklusif. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat waktu dan sesuai dengan kesiapan bayi menjadi krusial untuk mendukung tumbuh kembangnya. Mengenali lima tanda utama kesiapan bayi untuk MPASI wajib diketahui oleh para orang tua agar proses ini berjalan lancar dan optimal.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), usia enam bulan adalah waktu yang direkomendasikan untuk memulai MPASI. Namun, kesiapan bayi tidak hanya ditentukan oleh usia, melainkan juga oleh kemampuan motorik dan fisiologisnya. Dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), MPH, dari Divisi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, pernah menekankan pentingnya melihat kesiapan individu bayi.

Tanda pertama yang paling kentara adalah hilangnya refleks tongue-thrust. Refleks ini adalah dorongan alami lidah untuk mendorong keluar benda yang masuk ke mulut. Saat refleks ini mulai berkurang, bayi akan lebih mampu menahan makanan di dalam mulutnya dan siap untuk menelan, bukan meludahkannya kembali. Hal ini merupakan indikator motorik oral yang penting.

Tanda kedua adalah kemampuan bayi untuk duduk tegak dengan bantuan atau bahkan tanpa bantuan. Kemampuan ini menunjukkan perkembangan otot leher dan punggung yang cukup kuat untuk menopang tubuhnya saat makan. Duduk tegak membantu bayi mengontrol gerakan kepala dan mencegah tersedak.

Selanjutnya, bayi menunjukkan minat terhadap makanan. Ini bisa terlihat dari keingintahuan bayi saat orang lain makan, mencoba meraih makanan, atau membuka mulut saat disodori sendok. Minat ini menjadi motivasi penting bagi bayi untuk menerima dan mencoba makanan baru yang diperkenalkan.

Tanda keempat adalah kemampuan bayi untuk menggerakkan makanan dari bagian depan mulut ke belakang untuk ditelan. Meskipun awalnya mungkin belum sempurna, kemampuan ini menunjukkan koordinasi antara lidah, rahang, dan langit-langit mulut yang mulai berkembang. Bayi yang siap MPASI akan mampu memproses tekstur makanan yang lebih padat dibandingkan hanya ASI.

Terakhir, bayi menunjukkan refleks mengunyah, meskipun belum sempurna. Ini bisa berupa gerakan rahang naik-turun. Kemampuan ini, bersama dengan berkurangnya refleks tongue-thrust, merupakan dasar untuk mengolah makanan padat yang akan dikonsumsi. Perkembangan ini menandakan sistem pencernaan bayi juga mulai siap menerima nutrisi yang lebih kompleks.

Penting bagi orang tua untuk tidak memaksakan pemberian MPASI jika bayi belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan tersebut. Konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi dapat memberikan panduan lebih lanjut mengenai waktu yang tepat dan cara memulai MPASI sesuai kebutuhan individual bayi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp