Melatih kemampuan fokus pada anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak memberatkan, yaitu melalui permainan. Sebanyak 11 jenis permainan sederhana diyakini efektif untuk membantu anak meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan menyelesaikan tugas. Inisiatif ini sejalan dengan pentingnya stimulasi kognitif sejak dini yang dianjurkan oleh para ahli perkembangan anak.
Ahli psikologi anak dari Universitas Indonesia, Dr. Anya Paramita, dalam sebuah wawancara dengan Kompas pada 15 Maret 2023, menekankan bahwa permainan adalah sarana belajar utama bagi anak usia dini. “Anak-anak belajar melalui eksplorasi dan interaksi. Ketika mereka bermain, otak mereka aktif membangun koneksi saraf yang penting untuk berbagai fungsi kognitif, termasuk fokus,” ujar Dr. Anya.
Salah satu permainan yang direkomendasikan adalah menyusun puzzle. Aktivitas ini menuntut anak untuk mengamati detail, mencocokkan bentuk, dan memecahkan masalah secara visual. Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal ‘Child Development’ edisi Januari 2022, anak-anak yang rutin bermain puzzle menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan spasial dan perhatian terhadap detail.
Permainan kartu seperti ‘Memory Game’ atau ‘Concentration’ juga sangat efektif. Dalam permainan ini, anak harus mengingat posisi kartu yang tertutup untuk menemukan pasangan yang cocok. Hal ini secara langsung melatih memori kerja dan kemampuan untuk mempertahankan perhatian pada tugas yang sedang dijalankan. Laporan dari American Academy of Pediatrics pada tahun 2021 menyebutkan bahwa permainan memori dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek dan panjang pada anak.
Selain itu, permainan membangun balok atau lego juga menjadi pilihan cerdas. Anak ditantang untuk merencanakan struktur, mengikuti instruksi (jika ada panduan), dan menyelesaikan proyek mereka. Proses ini mengajarkan kesabaran dan ketekunan, yang merupakan komponen penting dari fokus.
Kegiatan mendengarkan cerita dan kemudian diminta menceritakan kembali alur cerita atau menjawab pertanyaan terkait juga sangat bermanfaat. Ini melatih kemampuan mendengar secara aktif dan memproses informasi, yang merupakan dasar dari konsentrasi pada instruksi verbal. Majalah ‘Parents’ dalam edisi April 2023 menampilkan kutipan dari seorang pendidik yang mengatakan bahwa mendengarkan cerita secara teratur dapat meningkatkan rentang perhatian anak hingga 30 persen.
Permainan sederhana lainnya yang dapat dicoba adalah ‘Simon Says’ atau ‘Guru Berkata’. Permainan ini menguji kemampuan anak untuk mendengarkan instruksi dengan cermat dan hanya bertindak ketika kata kunci diucapkan. Ini secara langsung melatih pendengaran selektif dan kontrol impuls.
Orang tua juga bisa memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai sarana latihan fokus. Misalnya, saat memasak bersama, anak dapat diminta untuk menghitung jumlah bahan atau mengamati prosesnya. Kegiatan ini mengintegrasikan pembelajaran ke dalam rutinitas harian tanpa terasa seperti tugas.
Upaya peningkatan fokus anak ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang gencar mengampanyekan pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak melalui berbagai aspek, termasuk kognitif, melalui program-program edukatif bagi orang tua.
Untuk diketahui, rentang perhatian anak bervariasi tergantung usia. Namun, dengan latihan yang konsisten melalui permainan yang tepat, kemampuan fokus anak dapat terus ditingkatkan. Para orang tua diharapkan dapat mengintegrasikan permainan-permainan ini ke dalam jadwal bermain anak sehari-hari guna mendukung perkembangan kognitif optimal.
Pemerintah daerah di beberapa kota besar rencananya akan menggelar lokakarya parenting tentang stimulasi kognitif anak pada semester kedua tahun 2024, yang akan mencakup sesi praktik langsung permainan-permainan yang dapat meningkatkan fokus anak.
