Friday, 11 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Panduan Waktu Terbaik Konsumsi Telur untuk Kesehatan Optimal

Oleh Destian September 11, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Memahami kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi telur dapat memaksimalkan manfaat kesehatannya. Berbagai penelitian dan pandangan ahli gizi menunjukkan bahwa waktu makan telur dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, tingkat energi, dan rasa kenyang.

Secara umum, telur seringkali diidentikkan dengan sarapan. Ahli gizi, seperti yang dikutip oleh Medical News Today, sering merekomendasikan telur sebagai pilihan sarapan karena kandungan proteinnya yang tinggi dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu mengendalikan nafsu makan sepanjang hari.

Protein dalam telur, yang termasuk dalam kategori protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial, berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Mengonsumsi telur di pagi hari dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah lonjakan energi diikuti penurunan drastis yang sering terjadi setelah mengonsumsi karbohidrat sederhana.

Namun, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa waktu makan telur tidak harus terpaku pada pagi hari. Beberapa studi, seperti yang dilaporkan oleh Healthline, mengindikasikan bahwa mengonsumsi telur pada malam hari, beberapa jam sebelum tidur, juga dapat memberikan manfaat. Protein yang dicerna perlahan dapat membantu proses pemulihan otot selama tidur.

Ahli nutrisi, Dr. Sarah Schenker, dalam sebuah wawancara dengan BBC Good Food, menjelaskan bahwa bagi individu yang berolahraga di sore atau malam hari, telur bisa menjadi pilihan camilan pasca-latihan yang baik untuk mendukung pemulihan otot. Namun, ia menekankan pentingnya tidak mengonsumsi makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur untuk menghindari gangguan pencernaan.

Pertimbangan lain adalah kondisi kesehatan individu. Bagi penderita diabetes, misalnya, mengonsumsi telur dalam jumlah moderat sebagai bagian dari sarapan seimbang, yang mencakup serat dan lemak sehat, dapat membantu mengatur kadar gula darah. Hal ini diungkapkan dalam pedoman dari American Diabetes Association.

Selain itu, kualitas telur juga memengaruhi nilai gizinya. Telur dari ayam yang diberi makan biji-bijian dan memiliki akses ke luar ruangan (free-range) cenderung memiliki profil asam lemak omega-3 yang lebih baik, seperti yang dilaporkan oleh studi yang diterbitkan dalam jurnal Poultry Science.

Meskipun tidak ada aturan baku mengenai waktu makan telur yang berlaku untuk semua orang, kombinasi protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam telur menjadikannya makanan serbaguna. Fleksibilitas ini memungkinkan telur untuk dimasukkan dalam pola makan kapan saja, dengan penyesuaian berdasarkan tujuan kesehatan dan jadwal harian masing-masing individu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp